Parapat, (Analisa). Memeriahkan Tahun Baru Imlek 2567, Senin 8 Februari, Daerah Tujuan Wisata (DTW) Parapat Danau Toba, mulai berbenah seiring berbagai kegiatan atraksi dan seni budaya yang bertajuk"Danau Toba Imlek Fair 2567" di fokuskan di kota wisata Parapat.
Pagelaran ini diprakarsai sejumlah putra daerah yang berdomisili di "Bumi Habonaron Do Bona" Kabupaten Simalungun, di antaranya pengusaha PT STTC Edwin Bingei Purba Siboro, pemilik CV OBOR Pematang Siantar Agung Sidarta, Direktur Yayasan Sultan Agung Pematang Siantar Aken, Komunitas Siantar Hash Pematang Siantar Aceng, pemilik restoran Singgalang Parapat sekaligus ketua panitia "Danau Toba Imlek Fair 2567", Denny Azin Sinaga didampingi wakil ketua Carles Situmorang.
Berbagai kegiatan yang akan digelar mulai, Selasa (9/2) dan Rabu (10/2) seperti atraksi Barongsai disuguhkan CV. OBOR, Marching Band dari Yayasan Sultan Agung, vocal group lagu daerah dan mandarin dari PT STTC, seni budaya tujuh etnis. "Selain itu, panggung hiburan open stage juga akan direnovasi PT STTC. Anggota DPRD Pematangsiantar Drs Herry Darmawan juga akan menyulap kota turis Parapat disulap bagaikan "China Town ", ujar Denny Azin.
Denny Azin mengakui, semua kegiatan yang akan digelar tidak luput dari dukungan dan partisipasi Pemerintah Kabupaten Simalungun dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama masyarakat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon. "Acara tersebut direncanakan akan dibuka Plt Gubsu HT Erry Nurady dan ditutup Pj Bupati Simalungun DR.Binsar Situmorang MAP", tukas Azin, kepada wartawan di Parapat, Selasa (12/1).
Pantauan Analisa, bukti keseriusan menggelar acara "Danau Toba Imlek Fair 2567" di lapangan pihak PT. STTC Pematang siantar yang telah turun ke beberapa titik kegiatan nantinya untuk monitoring di antaranya Cok Kuang, Saibun, Arifin, Sunarto didampingi Camat Girsang Sipanganbolon Arifin Nainggolan SH, Kasi Pemerintahan Kelurahan Tigaraja Donny F Sinaga SH.
Titik yang dikonsentrasikan pelataran panggung hiburan open stage Tigaraja sebagai tempat acara pembukaan, serta penutupan. Pantai Bebas Parapat sebagai tempat band serta vocal group dengan nuansa tujuh etnis se kawasan Danau Toba ditambah lagu Mandarin."Bukan hanya tempat seremonial saja kita persiapkan, tetapi juga tempat ibadah seperti Vihara Dharma Batama Graha yang berada di atas bukit Bangun Dolok, termasuk jalan alternatif simpang Palang Pondok Bulu yang tembus di Desa Sipangan Bolon, bila perlu dilakukan pembenahan", ujar Cok Kuang. (tps)











