Kisaran, (Analisa). Kawasan Pantai Simallo yang terletak di aliran Sungai Aek Piasa, Desa Aek Nagali, Kecamatan Bandar Pulau, akan dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata alam yang dikelola melalui Badan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
“Potensi pantai Aek Simallo yang berada di pinggiran Sungai Piasa Desa Aek Nagali, memiliki potensi untuk dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata alam di Kabupaten Asahan, dan akan dikelola melalui Bumdes,” ungkap Ketua LPM Desa Aek Nagali, yang juga Badan Pengawas Bumdes Lomo Naibaho, bersama sejumlah pengurus Bumdes antara lain Manager Bumdes Harlin Butarbutar, Sekretaris Muliadi dan salah seorang tokoh masyarakat Subono, saat beraudiensi dengan Kepala Badan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bappemas) Kabupaten Asahan H Jhon Hardi Nasution, baru-baru ini.
Aek Simallo memiliki air yang deras bersifat flat sangat cocok rafting dan pemandian, ditambah lagi dikelilingi tebing yang bisa dijadikan untuk menguji nyali panjat tebing, serta di sekitarnya juga ditemukan beberapa gua yang dikenal dengan Liang Natolpus, serta dataran terhampar luas sangat cocok untuk melakukan perkemahan, out bond dan lain sebagainya. “Lokasi ini telah disurvey oleh Hanger Adventure Medan, dan hasilnya sangat cocok,” ungkapnya lagi.
Untuk menindaklanjuti potensi tersebut, pihaknya bersama perangkat desa sepata untuk mengelola kawasan itu melalaui Bumdes dan telah menunjuk Herlin Butarbutar sebagai Manager Bumdes yang diberi nama Nagali jaya dan Sekretaris Muliadi.
“Mudah-mudahan, potensi ini bisa kita promosikan sehingga Kawasan Pantai Simallo bisa menjadi daerah tujuan wisata di Asahan,” paparnya.
Kenduri Sungai
Pihaknya merencanakan untuk membuka kawasan itu secara resmi dan mengharap Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP hadir dalam acara pembukaan yang diberi tajuk “Kenduri Sungai”. “Kami jadwalkan pada Jumat (3/6) akan kita laksanakan Kenduri Sungai sebagai tanda di bukanya kawasan itu sebagai tujuan wisata,” ungkapnya lagi.
Herlin Butarbutar mengatakan, saat ini fasilitas yang telah dimiliki selain perahu karet untuk mengarungi Sungai Piasa, pelampung ban dan saat ini sedang dibangun flaying fox. “Secara perlahan semua fasilitas akan kita lengkapi,” ungkap sembari mengharapkan pemerintah Kabupaten Asahan dapat lebih meningkatkan pembangunan untuk menunjang destinasi wisata tersebut.
Jhon Hardi Nasution, menyambut baik keinginan masyarakat Aek Nagali yang akan mengelola sumber daya alam menjadi daerah tujuan wisata, apalagi pengelolaannya dilakukan oleh Bumdes. “Koordinasikan dengan Dinas Pemuda, Olaharaga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), sebab secara teknis mereka lebih mengetahui persoalan wisata dan kita berharap ini bisa berkembang hingga akhirnya mampu membangun desa demi kesejahteraan masyarakat” ungkapnya.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Madani Indonesia (LPM2I) Husaini Abduh, yang juga Fasilitator Pembinaan Bumdes mengatakan, keinginan masyarakat untuk mengembangkan Bumdes di sektor pariwisata telah melalui beberapa tahapan pembahasan sehingga muncul semangat Bumdes tersebut. “Potensi wisata dapat dikembangkan oleh Bumdes,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu pula, Husaini Abduh mengatakan dari 177 desa yang ada di Kabupaten Asahan sebanyak 176 yang telah memiliki Bumdes dengan berbagai sektor badan usaha, seperti simpan pinjam, pengembangan pupuk organik, konveksi, dan lainnya. (aln)











