Rahadewineta Wasit Taekwondo Pertama dari Indonesia

Jakarta, (Analisa). Rahade­wi­neta terpilih men­jadi wasit yang pertama kali dari Indo­nesia terpilih un­tuk memimpin per­tandingan ca­bang  olah raga taek­wondo di Olimpiade Rio de Janeiro, Bra­sil 2016. Rahadewineta dipilih World Taek­won­do Federation (WTF) me­lalui seleksi sebelas kali terhadap 5.000 calon wasit dari seluruh dunia.

WTF mengirimkan unda­ng­an ke-64 negara di benua Eropa, Amerika, dan Asia un­tuk mengikuti seleksi wasit. Indonesia sendiri mengirim­kan empat wa­sit internasional ke Training Camp Fujairah, Uni Emirat Arab.

Perempuan kelahiran Su­rabaya 23 Mei 1984 itu masuk dalam 50 wasit terbaik di du­nia. Mantan atlet serta pelatih Taekwondo itu terpilih men­jadi salah satu dari 30 wasit di Olimpiade 2016.

"Saya sangat bangga dan tentu­nya saya sangat berterima kasih ke­pa­da seluruh pengurus UTI Pro. Oleh sebab itu saya tidak ingin me­ngecewakan dan bekerja dengan sung­guh-sung­guh. Karena nanti saat saya me­mimpin pertandingan disa­na, saya akan dipantau oleh vi­deo, satu kali saya mela­ku­kan kesalahan, kemungkinan besar saya tidak akan diberi kesempatan seperti ini lagi," je­las  saat ditemui di Training Cen­ter UTI Pro, Ja­karta, Ka­mis (28/7).

Lebih lanjut, Neta menam­bahkan guna mempersiapkan diri menjelang pesta olahraga multi event terbesar di dunia yang akan berlangsung Agus­tus 2016 itu, Neta mengaku terus melakukan persiapan dengan melatih dirinya serta fisiknya.

"Saya terus melakukan lati­han fisik disini serta melatih mental dengan melakukan si­mu­lasi pertan­dingan seolah-olah saya memimpin pertan­dingan di sana (Olimpiade). Karena menjadi atlet dan wasit itu sangat berbeda. Atlet saya harus berkompetisi dengan orang lain, sedangkan menjadi wasit saya harus melawan diri saya sendiri," tukas wanita be­rambut panjang itu.

Terpilihnya Rahadewineta men­jadi satu dari 50 wasit/juri yang akan memimpin pertan­dingan pada Olimpiade 2016 juga disambut dengan gembira oleh Pembina UTI Pro, Lioe Nam Khiong. Menu­rut dia, pres­tasi ini pantas diapresiasi.

"Indonesia sebenarnya me­ngirimkan empat wasit inter­nasional, namun hanya Ra­hade­wineta yang terpilih. Tapi, UTI pro juga mengirimkan wasit saat pertandingan test event Olimpiade," katanya.

Mantan Ketua Umum Pe­ngurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) itu, proses seleksi Rahadewineta menjadi wasit Olimpiade dilakukan se­jak lama atau usai pelak­sanaan Olimpiade 2012 di London. Tidak hanya tes, saat menjalani seleksi juga harus mengikuti training camp yang memakan waktu dan mem­butuhkan dana yang besar.

Selanjutnya Master Lioe Nam Khiong, menegaskan bah­wa dirinya optimis nanti­nya yayasan yang ia bina terse­but mampu menghasilkan atlet serta wasit-wasit yang lebih berprestasi lagi.

"Mungkin tidak hanya wa­sit, kami juga ptimis mampu membina atlet lebih berpres­tasi lagi apabila pemerintah memberi dorongan untuk kami bekerja." tutur Lioe Nam. (gun)

()

Baca Juga

Rekomendasi