Saat ini kondisi kedalaman Danau Aneuk Laot mulai dangkal, bahkan permukaan air danau sempat mengalami penyusutan secara drastis.
Terjadinya penurunan permukaan air Danau Aneuk Laot secara signifikan itu telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat, kata salah seorang warga Gampong (desa) Aneuk Laot T. Sulaiman Daud kepada wartawan, Selasa (16/10).
Dikatakannya, persoalan air merupakan masalah yang sangat riskan, berbagai keluhan dan laporan masyarakat sudah banyak diterima, bahkan persoalan Danau Aneuk Laot sekarang ini menjadi isu yang santer berkembang dan diperbincangkan masyarakat.
Kedalaman danau juga sudah mengalami pendangkalan, kalau dulu kedalaman mencapai sekitar 75 meter, kini setelah dilakukan survei kedalaman air Danau Aneuk Laot Sabang hanya sekitar 17 meter - 29 meter.
Penurunan debit air Danau Aneuk Laot telah terjadi beberapa tahun terakhir, di mana penyusutan air sekitar 15 meter sampai dengan 30 meter dari bibir danau. Bahkan di sebelah Timur danau penyusutan air hingga lebih 100 meter.
Terkait persoalan penurunan debit air Danau Aneuk Laot pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan kepada Pemerintah Kota Sabang melalui dinas terkait, yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terutama pada saat terjadinya fenomena banyak ikan yang mati di dalam danau.
Dijelaskannya, sebelumnya juga pernah datang tim survei dari Palembang yang melakukan pengecekan kondisi Danau Aneuk Laot yang semakin hari terus terjadi penurunan debit air.
Dangkalnya dasar danau juga terlihat sewaktu pihak BPKS membersihkan tanaman enceng gondok di sekitar danau, didapati banyak lumpur yang bercampur dengan sampah plastik.
Untuk itu, diharapakan kepada pemerintah daerah dapat membantu menangani masalah di Danau Aneuk Laot karena danau tersebut merupakan salah satu sumber air bersih yag dikonsumsi oleh masyarakat Sabang, ujar T. Sulaiman. (kim)











