Di Tilawah Remaja Putri

Qariah Asal Padangsidimpuan Raih Nilai Tinggi

Medan, (Analisa). Qariah asal Padangsidimpuan yang mewakili Sumatera Utara pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII untuk Cabang Tilawah Tingkat Remaja Putri diprediksi melaju ke final pada Kamis (11/10). Prediksi ini dengan melihat perolehan nilai peserta dengan nama Sri Rahmadani Lubis tersebut yang mencapai 93,5.

"Awalnya target poinnya 93. Rupanya nilainya yang diperoleh malah lebih tinggi yakni 93,5. Kita berdoa dan optimis mudah-mudahan sampai ke final," ujar Pelatih Tilawah, M Zaini Lubis bersama Lagut Sutan Pulungan usai melihat penampilan Sri Rahmadani di Lapangan Merdeka Medan, Senin (8/10).

Keoptimisan Zaini dikarenakan pada MTQN kali ini para kontingen Sumut mendapat perhatian khusus dari Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Sembilan bulan sebelum kompetisi, para kontingen sudah mendapat pelatihan intensif. Sejak Februari 2018 mereka diberikan pelatihan oleh qari dan qariah ternama di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Medan.

"Lebih kurang enam bulan mereka training center di sana. Yang melatih ada Ustazah Hj Halimatusadiah, saya, Pak Lagut dan lainnya sebagainya," ucapnya.

Setelah enam bulan di LPTQ Medan, selanjutnya para kontingen asal Sumut kembali mendapat training center di Bogor selama tiga bulan. Di sana tajwid, cara melagukan dan lainnya sebagainya dilatih oleh qari dan qariah ternama seperti Ustaz H Adli Azhari Nasution, Muhammad Ali, Dr Yusnar Yusuf Rangkuti, Drs H Ahmad Muhajir hingga Maria Ulfa. Mereka dilatih di Pesantren Tohal Fashni.

"Setiap hari tajwidnya dipertajam. Jadi MTQN kali ini memang maksimal persiapannya. Kita ingin Sumut sebagai tuan rumah memberikan yang terbaik. Kalau kita lihat MTQ sebelumnya paling trainingnya itu hanya dua minggu, sebulan atau paling lama tiga bulan," kata Zaini.

Menambahkannya, Sri Rahmadani sendiri peserta bidang Ti­lawah Remaja Putri tersebut mengungkapkan, pem­be­la­jar­an tajwid adalah ilmu yang paling penting didapatkan saat pelatihan.

"Luar biasa pengajarnya. Saya tidak ada target dapat nilai berapa, yang penting sudah memberikan yang terbaik," kata lulusan UIN Padangsidimpuan tersebut.

Perempuan kelahiran 1996 ini juga mengaku belajar mengaji secara otodidak. Ia mendapatkan ilmu tilawah dari kakak angkat yang sering mengajarinya mengaji di Padangsidimpuan. "Abah dan umi bukan qari dan qariah. Jadi belajarnya dari kakak dan dilatih saat baca Alquran sehabis Subuh dan salat Magrib," ucapnya.

Apa pun hasil dari babak seleksi ini, Sri siap menerimanya dengan lapangan dada. "Kalau memang ke final, harus berjuang lagi nanti dan memberikan yang terbaik untuk Sumut," ucapnya yang saat tampil membacakan Surat Ar Ra'du Ayat 8. (ns)

()

Baca Juga

Rekomendasi