Tempat-tempat di Dunia Belum Terjamah Manusia

SELURUH dunia sudah ber­hasil dijelajah. Apa Anda percaya dengan perkataan ini? Faktanya, masih ada banyak tempat di dunia yang masih belum berhasil dijamah oleh manusia.

Tempat tersebut tak berhasil dijelajahi karena berbagai macam alasan. Ada yang terlalu terpencil, ekstrim, dan karena adanya suku yang sangat primitif. Berikut tempat-tempat di dunia yang belum terjamah manusia:

1. Pulau North Sentinel

 Pulau North Sentinel terletak di Teluk Bengal dan ditinggali oleh Suku Sentimalese.

Bila Anda terdampar di pulau tersebut dan bertemu dengan Suku Sentimalese, lebih baik Anda berdoa saja. Suku Sentimalese terkenal sangat sadis, suku ini menutup kontak dari luar pulau layaknya Vale do Javari.

Pemerintah India sudah mene­tapkan peraturan untuk tidak menginjakkan kaki atau bahkan melintasi Pulau North Sentinel demi alasan apapun.

Pada Januari 2006, ada dua nelayan yang terdorong oleh arus air ke dekat pulau. Kedua nelayan tersebut akhirnya dibunuh oleh Suku Sentimalese.

2. Palung Mariana

 Mariana Trench atau Palung Mariana adalah tempat dimana manusia modern belum pernah menjelajahi wilayah ter­sebut. Palung ini adalah wilayah laut paling dalam yang ada di planet Bumi. Kedalaman dari Palung Ma­­ria­­na di­per­kirakan mencapai 24.140 km. Ke­dalaman maksi­mum yang berhasil dijelajahi ada­lah 10.972 meter, disebut de­ngan Challe­nger Deep.

Karena masih dalamnya Pa­lung Mariana yang masih belum te­rungkap, diyakini masih ada ba­nyak makhluk hidup yang be­lum diketahui, mendiami Palung Mariana.

3. Padang Gurun Nami­bia

Padang Gurun Namibia, ada­lah padang gurun luas yang be­lum banyak orang berhasil men­je­la­jahinya.

Berada di Afrika Selatan, Pa­dang Gurun Namibia memben­tang lebih 2.000 km di sepanjang wilayah Nami­bia, Afrika Sela­tan, dan Angola.  Hanya 2mm air per tahun mem­­buat Padang Gurun Na­mi­bia begitu kering. Jangankan ma­nusia, di padang gurun ter­sebut bahkan jarang ditemukan hewan atau tumbuhan.

4. Greenland

 Greenland ada­lah negara yang sangat be­sar. Negara ini me­miliki luas hingga 800.000 mil2. Ini men­jadikan Greenland sebagai pulau terbesar yang ada di dunia. Me­miliki luas sedemikian besar, tak semuanya berhasil dijelajahi oleh manusia.

Sebanyak 3/4 bagian dari Green­­land masih belum ber­peng­­huni. Ini disebabkan area tersebut tertutup selimut es yang te­bal. Es di wilayah tersebut te­bal­nya bisa mencapai 3.200 me­ter dan usianya yang bisa men­ca­pai 400.000 sampai 800.000 tahun. Penduduknya yang hanya sekitar 56.000 membuat negara ini cukup sepi penduduk.

5. Tsingy de Bemaraha National Park

Tsingy de Bemaraha Natio­nal Park diresmikan oleh UNES­CO sebagai salah satu situs dunia yang harus dijaga kelestarian­nya. Taman nasional ini berlo­kasi di Barat Laut Madagascar.

Setidaknya ada dua formasi geologi yang menjadi pusat per­hatian. Yang pertama adalah The Great Tsingy dan The Little Tsingy. Kata Tsingy sendiri di­am­bil dari bahasa Inggris, Tsing, yang berarti, tempat yang tidak bisa dilalui atau dijangkau de­ngan kaki telanjang.

Tsingy de Bemaraha National Park ini memang tidak bisa di­jelajahi, ini disebabkan oleh ba­tuan kapur yang ada di sana telah terkikis dan membuat sulit untuk diinjak. Keajaiban alam yang tak biasa ini menjadi rumah bagi sejumlah spesies unik.

6. Pegunungan Star

Wilayah Papua Nugini yang luas ternyata masih belum sepe­nuhnya dijelajahi oleh manusia. Di sana terdapat sebuah pegu­nungan yang terkenal bernama Pegunungan Star.

Pegunungan ini membentang dan menjadi pembatas antara In­do­nesia sampai Hindenburg Ra­nge. Hindenburg Range adalah pegunungan tetangga yang men­jadi rumah untuk Tembok Hin­denburg.

Pegunungan Star di Papua Nu­gini memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Rata-rata 10.000 mm hujan terjadi setiap ta­hunnya di pegunungan terse­but. Pegu­nungan Star diketahui me­miliki ekosistem yang besar dan unik, menjadikannya surga dari berba­gai jenis spesies unik. Satu survei biologis yang dila­ku­kan berhasil mengidentifikasi 1.100 spesies. Dimana 100 di an­taranya tidak ditemukan di tem­pat lain.

7. Gangkhar Puensum

Gangkhar Puensum adalah salah satu dari pegunungan ter­tinggi di dunia. Dengan tinggi men­capai 7.500 meter, gunung ini berlokasi di Bhutan, berba­tasan dengan negara Tiongkok.

Gangkhar Puensum sampai sekarang belum berhasil ditak­lukan oleh siapapun. Di antara tahun 1985 sampai 1986, seti­dak­­nya sudah ada empat tim pen­daki yang mencoba menaiki gu­nung tersebut, namun gagal. Cua­ca yang ekstim adalah rinta­ngan paling sulit yang harus diha­dapi untuk mencapai puncak Gang­khar Puensum. Di tahun 1994, dibuat peraturan bahwa pen­da­kian lebih dari 6.000 dila­rang. Ini dilakukan untuk meng­hormati kepercayaan warga setempat.

8. Yucatan Cenotes

Yucatan Cenotes adalah na­ma gua indah yang berada di Mek­­­siko. Keberadaan gua terse­but membuka banyak mata orang akan keindahan bawah air yang terdapat di Meksiko. Sa­yang­nya, gua tersebut belum se­luruhnya dijelajahi.

Sejak ditemukan hingga seka­rang, Gua Yucatan Cenotes ma­sih belum berhasil dijelajahi 100%. Medan yang sulit mem­buat para penjelajah lebih memi­lih untuk mundur daripada harus bertaruh nyawa masuk ke dalam gua. Jangankan manusia, ikan yang kecil saja belum tentu bisa menyentuh bagian terdalam dari Yucatan Cenotes.

9. Vale Do Javari

Vale do Javari adalah sebutan orang Brazil untuk menyebut Lem­bah Javari. Javari Valley, be­gitulah kira-kira nama tempat yang merupakan daerah teritorial asli di Brazil.

Javari Valley memiliki luas lebih besar dari Austria, namun, tak ada manusia modern yang pernah menginjakkan kaki mere­ka di daerah tersebut.

Meski tanah di Javari Valley ma­sih asri dan belum pernah di­in­jak oleh manusia modern, bu­kan berarti daerah tersebut tak berpenghuni.

Tercatat ada beberapa grup atau suku yang tinggal di Javari Valley. Ada sekitar 3.000 pen­duduk asli yang tinggal di Javari Valley. Untuk menjaga keaslian Javari Valley, pemerintah Brazil mengeluarkan peraturan untuk melarang siapapun yang masuk ke dalam Javari Valley.

10. Republik Siberian Sakha

Republik Siberian Sakha, negara satu ini masih merupakan bagian subjek federal Rusia. Re­publik Siberian Sakha diperki­rakan mengcover sebanyak 20% Rusia, sehingga membuat negara ini lebih besar dari Argentina, na­mun sedikit lebih kecil dari India. Berbicara soal populasi, Republik Siberian Sakha hanya memiliki populasi sekitar satu juta jiwa.

Sebagian besar daerah Re­pu­blik Siberian Sakha berada di atas lingkaran Arctic, tempat yang sangat tidak bersahabat ba­gi manusia. Masih ada daerah yang belum dijelajahi sepenuh­nya oleh manu­sia akibat suhu eks­trimnya. Suhu di sana bisa mencapai -400 Celcius. Karena ala­san suhu eks­­trim inilah, sa­ngat mustahil untuk bisa menje­la­jahi seluruh daerah. (tpc/mwc/slc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi