Di Antara Sepuluh Orang Kaya di Dunia

Oprah Winfrey Pernah Rasakan Hidup Miskin

MELIHAT banyak orang kaya atau sukses di dunia  kita sering berpikiran  bahwa  mungkin mereka dari awalnya  sudah kaya raya.  Banyak orang lebih sering melihat apa yang sudah tampak ketimbang perjuangan yang mereka lakukan untuk bisa men­jadi kaya seperti sekarang.

Perlu diketahui bahwa tak semua orang kaya itu terlahir dalam kondisi berge­li­mang harta, ada yang mengawalinya tanpa punya apa-apa alias miskin.  Berikut orang-orang kaya yang mengawali hidupnya tanpa apa-apa:

1. Oprah Winfrey

Oprah Winfrey yang kita kenal ceria dan kaya raya, ternyata memiliki cerita masa lalu yang sangat kelam. Lahir dalam ke­luarga miskin di Mississippi, Op­rah Winfrey selalu menda­patkan pelecehan seksual dari beberapa pria.

Namun, Oprah Winfrey pan­tang me­nyerah, dia tetap bertahan dan bekerja keras hingga sukses seperti sekarang. Kesuksesan yang diraih Oprah Winfrey ini menjadi motivasi bagi semua orang untuk selalu bekerja keras dan tak menyerah dalam meng­hadapi masalah hidup, terutama wanita.

Mengingat peran wanita masih dipandang sebelah mata oleh dunia dan banyak wanita yang mendapat perlakuan tak sopan seperti yang yang pernah dialami oleh Oprah Winfrey.

2. Howard Schultz

Pecinta kopi masa tak ke­nal dengan perusahaan kopi asal Amerika, Starbucks. Sekarang, kemanapun kita pergi, kita selalu melihat gerai Starbucks. Tidak hanya ramai dikunjungi remaja tapi juga orang tua.

Tak hanya menyajikan kopi, Starbucks juga menyediakan tempat yang asyik untuk nong­krong-nongkrong.

Sosok dibalik kesuksesan Starbucks adalah Howard Schultz. Dirinya merupa­kan pe­bisnis asal Amerika yang menjadi chairman Starbucks. Sebelum sukses seperti sekarang, Schultz menjalani hidup yang sulit.

Setelah lulus kuliah, dirinya bekerja di Xerox sebelum akhir­nya mengambil alih toko kopi  bernama Starbucks yang saat itu baru berjumlah 60 toko.

Schultz menjadi CEO Star­bucks pada tahun 1987 dan sukses membesarkan Starbucks hingga gerai Starbucks mencapai puluh­an ribu yang tersebar di berbagai negara.

3. Larry Ellison

Tahun 2018, Larry Ellison dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya dunia. Tercatat, kekayaan yang dimiliki Ellison mencapai 80 miliar USD.

Uang yang dimiliki Ellison se­karang memang terbilang sangat besar, tapi, dulu, Larry Ellison hidup miskin. Saking miskinnya, dirinya harus rela bekerja selama bertahun-tahun.

Lawrence Joseph Ellison, pendiri Oracle, pernah drop out dari universitar setelah ibu ang­katnya meninggal dunia.

Kepergian ibu angkatnya ini membuat Ellison harus bekerja keras selama delapan tahun. Di tahun 1977, Ellison berhasil mendirikan perusahaan software, Oracle. Sekarang, perusahaannya tersebut menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.

4. Ralph Lauren

Perjalanan Ralph Lauren hingga bisa membesarkan nama Polo, tidaklah semudah yang orang bayangkan. Yang kita lihat, Ralph Lauren Corporation adalah sebuah perusahaan yang menjual pakaian, berbasis di Amerika. Orang yang mengatur perusahaan tersebut, tak lain adalah Ralph Lauren.

Ketika lulus sekolah di Bronx, New York, Lauren sempat me­lan­jutkan pendidikan di sebuah universitas di Amerika. Tak lama, Lauren memutuskan keluar untuk bergabung dengan tentara.

Saat itu, Lauren bekerja se­bagai pegawai toko di Brooks Brothers. Tugas Lauren kurang lebih adalah sebagai orang yang meni­lai dasi

se­per­ti apa yang cocok dikenakan oleh pria. Tahun 1968, Lauren memulai ka­rirnya di Polo.

5. Roman Abramovich

Beralih ke dunia sepakbola, Roman Abramovich yang men­jadi pemilik utama raksasa Inggris, Chelsea, memulai hidup­nya dari bawah.

Perlu Anda tahu, Roman Abramovich, taipan minyak asal Rusia ini lahir dalam kemiskinan dan sudah menjadi yatim piatu sejak usia dua tahun. Sungguh kehidupan yang sangat sulit dialami oleh Abra­movich.

Sete;ah menjadi yatim piatu pada umur dua tahun, Abra­movich dibesarkan oleh keluarga paman­nya di Utara Rusia. Tahun 1987, Abramovich belajar di Moscow Auto Transport Institute. Abramovich memulai perusa­haan kecil yang mem­produksi mainan plastik. Dari perusahaan kecil inilah, Abramovich kemu­dian me­nemukan bisnis minyak.

6. Do Won Chang

Forever 21 adalah toko fashion terkenal yang didirikan di Ame­rika pada tahun 1984. Adalah pasangan suami istri Do Won Chang dan Jin Sook yang menjadi pendiri dari toko baju Fashion 21.

Dari toko baju Forever 21, kini Do Won Chang dan Jin Sook bisa hidup tenang. Sama seperti orang kaya lainnya, Do Won Chang bersama istrinya mem­bangun Forever 21 benar-benar dari 0.

Hidup Do Won Chang tidak bisa dibilang mudah, dirinya pernah bekerja sebagai tukang bersih-bersih, petugas pom ben­sin, dan menjadi pelayan di sebuah toko kopi. Di tahun 1981, Do Won Chang pindah dari Korea ke Amerika. Di tahun 1984, barulah Do Won Chang bersama istrinya, mendiri­kan gerai fashion Forever 21.

7. J.K. Rowling

J.K. Rowling adalah penulis novel Harry Potter. Berkat novel­nya, dirinya bisa menjadi penulis kaya raya. Jika melihat masa lalunya, Anda  bisa melihat betapa kerasnya perjuangan J.K. Rowling untuk bisa menjadi dirinya yang sekarang.

Melalui sebuah interview, J.K. Row­ling mengaku bahwa hidup­nya dulu sangat sulit sebagai single parent. Dulu, ia rela tidak makan supaya putrinya bisa makan. Saat itu, J.K. Rowling benar-benar kesulitan keuangan.

Kini, J.K. Rowling meraih pendapatan sebesar 95 juta USD antara Juni 2016 dan Juni 2017. Sebagai penulis sukses, sekarang J.K. Rowling bisa hidup enak dengan pendapatan yang bisa mencapai miliaran dolar. Sadar hidup sulit itu tak enak, tak lupa J.K. Rowling memberikan seba­gian dari pendapatannya tersebut pada mereka yang membu­tuhkan.

8. Li Ka-shing

Jika sang ayah dari Li Ka-shing masih hidup, mungkin hidup Li Ka-shing tidak akan sesulit yang dibayangkan. Li Ka-shing kehilangan sosok ayahnya ketika di­rinya menginjak usia 15 tahun. Se­peninggal ayahnya, Li Ka-shing menjadi sosok yang bertang­gung jawab untuk menghidupi keluarganya.

Tahun 1940, Li Ka-shing melarikan dari daratan Cina ke Hong kong. Di tahun 1950, Li Ka-shing mendirikan perusa­haannya sendiri bernama Cheung Kong Industries. Perusahaan tersebut awalnya merupakan perusahaan yang mempro­duksi plastik. Lama kelamaan, Cheung Kong Indus­tries berkembang semakin besar dan berubah menjadi real estate.

9. Ken Langone

Memiliki nama lengkap Ken­neth Gerard Langone Sr., pria ini adalah pebis­nis sekaligus investor terkenal asal Ame­rika. Anda tahu dengan The Home Depot?

Sebuah perusahaan ritel yang menjual alat perlengkapan rumah dan konstruksi, Ken Langone ini adalah pendiri dari perusahaan retail tersebut.

Sebelum mendirikan The Home Depot, dulu, orang tua Ken Langone adalah keluarga yang sangat miskin. Orang tuanya bekerja sebagai tukang ledeng dan pelayan kafetaria. Untuk mendukung pendidikan Langone, Langone sampai harus bekerja paruh waktu dan orang tunya menggadaikan rumah mereka.

10. Jan Koum

Semua orang kini gandrumng dengan apa yang namanya WhatsApp. Tentunya aplikasi tersebut ada yang membuatnya, siapakah pembuat sekaligus pendiri WhatsApp?

Dialah Jan Koum. Seorang pria yang lahir di Kurainan, lalu pindah dan menetap di Cali­fornia. Begitu banyak orang yang menggunakan aplikasi bua­tannya, tentu dirinya men­dapatkan banyak uang.

Berbeda se­karang, ber­beda dulu. Kehidu­pan Jan Koum dulu begitu sulit. Perta­ma, kita tahu bahwa Jan Koum adalah seorang imigran asal Ukraina. Sebelum menciptakan WhatApp, dirinya belajar tentang ilmu komputer lebih dahulu.

Baru di tahun 2009, di­rinya men­cip­takan aplikasi chatting, WhatsApp. Tahun 2014, Face­book mem­beli apli­ka­si­nya terse­but de­ngan harga 22 miliar USD. (tpc/bic/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi