Medan, (Analisa). Cinta harta dan dunia adalah sifat dasar manusia, yang menjadi pembeda adalah keimanan dan ketakwaan. Seberapa jauh bisa mengendalikan diri dalam mencarinya. Seberapa kuat bisa memimpin diri dalam memperolehnya. Dalam Alquran Surat Nuh ayat 10 -13, secara umum dijelaskan dengan banyak istigfar, Allah bukakan “biamwaalin” rezeki yang melimpah.
Demikian ustaz Muhammad Sidiq SAg dalam tauasiahnya di pengajian Rumah Kulliah Tasawuf Baitul Mustaqfirin Al Amir, Jalan Suluh Medan, belum lama ini.
Disebutkan Sidiq yang juga Ketua Tazkira Kota Binjai, Rasulullah bersabda, “Barang siapa membiasakan istigfar, maka Allah mudahkan saat sulit, Allah tunjukkan jalan keluar dari masalahnya, dan Allah beri rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka,”.
Dosa itu membuat masalah, gelisah, dan sial, “Kemalangan kemalangan kalian karena dosa-dosa kalian” (QS Yasin 19), kalaupun sukses karena dosa itu “istidraaj” kesenangan sesaat dan semu, kemudian akhirnya bala juga (QS Hud 15-16).
Dengan istigar, lanjut Sidiq, Allah angkat dosa. Dengan terangkat dosa, terangkatlah masalah, gelisah, dan kesialan. “Saatnya kita selalu beristigfar saat berdiri, duduk, berbaring, di rumah, di kendaraan, di kantor, di pasar, di mana saja dan setiap selesai salat fardu untuk tidak buru-buru beranjak, beristigfar lebih dulu, dan terutama beristigfar di keheningan malam.
Istigfar secara harfiah artinya memohon ampunan. Ampunan Allah dapat diraih dengan istigfar yang diucapkan dengan tulus dan ikhlas serta diiringi pertobatan yang dalam. Tak ada yang bisa menjamin manusia bersih dari dosa. Karena itu, Allah menganjurkan hamba-Nya untuk senantiasa beristigfar atas segala kesalahan dan dosa yang diperbuat. Istighfar memiliki banyak faedah. Tidak saja di dunia, namun juga di akhirat. Di antaranya, istigfar bisa menghapus dosa sebagaimana api yang melahap kayu hingga habis.
Selain itu, ujar Sidiq yang menggantikan Buya KH Amiruddin MS, istigfar juga bisa mengangkat azab. Sebab, dosa yang dilakukan manusia, baik secara individu maupun kolektif bisa mengundang azab dan murka Allah Ta’ala. Karena itu, salah satu cara mengangkat azab itu dengan istighfar.
“Orang yang beristihfar hidupnya akan merasa aman, damai, dan selalu diliputi ketenangan jiwa. Sebab, hidupnya akan terarah dan merasa diawasi oleh sang Khaliq. Karena itu, jiwanya akan selalu takut jika berbuat salah dan dosa. Ia akan selalu kembali dan meninggalkan dosa yang telah diperbuat,” kata Sidiq.
Pengajian yang dipandu Ketua Tazkira Angkatan Muda Sumut, H Muhammad Duha Solihin, diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh Muhammad Syafii Sos. Pada kesempatan itu Duha menyampaikan, pengajian pada Ahad pertama November atau tepatnya 3 November 2019 pengajian Majelis Zikir Tazkira diselenggarakan di Masjid Agung Kota Binjai, karena berketepatan memperingati Milad Tazkira Kota Binjai. Acara dimulai pukul 08.00 WIB. (sug)










