Analisadaily - Jika Anda pernah ke restoran Jepang dan memesan sushi, Anda akan melihat bumbu pedas hijau yang diletakkan di piring sushi Anda. Bumbu berbentuk pasta hijau ini adalah wasabi, bumbu pokok untuk sushi dan mie dalam masakan Jepang.
Mencampur sedikit wasabi dengan sushi atau sashimi memunculkan rasa berbeda di mulut Anda.
Apa itu Wasabi? Wasabi atau lobak Jepang adalah sayuran silangan milik keluarga Brassicaceae. Warnanya hijau terang dan mengandung isothiocyanate (ITCs), senyawa yang bertanggung jawab atas rasanya yang tajam dan menyengat. Isotiosianat ini bertanggung jawab atas manfaat kesehatan wasabi.
Dilansir dari Boldsky, Senin (4/11), berikut wasabi bagi kesehatan:
1. Membantu menurunkan berat badan
Tanaman wasabi mengandung senyawa yang menghambat pertumbuhan dan pembentukan sel-sel lemak. Sebuah penelitian menunjukkan, senyawa yang disebut 5-Hydroxyferulic acid methyl ester (5-HFA ester) yang ada di daun wasabi menekan pertumbuhan dan pembentukan sel-sel lemak.
Studi lain yang diterbitkan dalam Nutrition Research and Practice, menyimpulkan bahwa ekstrak daun wasabi mencegah penambahan berat badan pada tikus dengan diet tinggi lemak.
2. Mencegah kanker
Aktivitas antikanker dikaitkan dengan isotiosianat (ITC) dalam wasabi. Studi menunjukkan bahwa ITC dan senyawa serupa lainnya yang ada dalam wasabi menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, mulut, usus besar, dan pankreas.
Studi lain yang dicatat juga menunjukkan bahwa sayuran seperti wasabi menurunkan risiko kanker paru-paru, payudara, kandung kemih, dan prostat.
3. Meningkatkan kesehatan jantung
Wasabi memiliki sifat antihypercholesterolemic yang membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi, sehingga mengurangi risiko jantung dan stroke. Isotiosianat dalam wasabi menghentikan agregasi trombosit (menggumpal bersama trombosit dalam darah) dan mencegah pembentukan gumpalan darah, yang merupakan penyebab utama stroke.
4. Meredakan peradangan
Penelitian telah menunjukkan bahwa isotiosianat dalam wasabi menghambat sel dan enzim yang meningkatkan peradangan, termasuk cyclooxygenase-2 (COX-2) dan sitokin inflamasi seperti faktor nekrosis tumor (TNF) dan interleukin.
5. Mencegah penyakit bawaan makanan
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers of Microbiology, sifat-sifat antibakteri wasabi sangat membantu dalam memerangi bakteri Staphylococcus aureus dan E. Coli, dua bakteri paling umum yang bertanggung jawab atas keracunan makanan.
Studi lain menunjukkan bahwa wasabi juga memiliki kemampuan ampuh untuk membantu mengobati tukak lambung yang disebabkan oleh H. pylori.
6. Mencegah penyakit Parkinson
Isothiocyanate dalam wasabi memiliki efek neuroprotektif pada otak. Mereka meningkatkan aktivasi sistem antioksidan yang menurunkan peradangan di otak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini juga dapat membantu mencegah atau memperlambat timbulnya penyakit Parkinson.











