Lhoksukon, (Analisa). Harga pembelian gabah kering giling (GKG) di Kabupaten Aceh Utara turun dibandingkan harga gabah disaat sebelum musim panen tiba Februari lalu.
Petani sangat mengeluh karena disaat musim panen harga gabah selalu anjlok, sementara petani saat panen ingin menjual gabah dalam jumlah besar untuk menutupi utang yang sebelumnya digunakan untuk modal tanam padi.
Hasbullah, petani Desa Pulo Blang kepada Analisa, Selasa (12/3) mengungkapkan kekecewaannya atas anjloknya harga gabah saat ini, seharusnya rendahnya harga pembelian gabah menjadi perhatian pemerintah.
“Sebelum datangnnya musim pamen pada Februari, harga gabah dibeli pedagang di desa-desa seharga Rp5.500/kg, begitu memasuki musim panen, harga gabah langsung anjlok,” ungkap Hasbullah.
Rahmad, pembeli gabah petani yang ditanya Analisa, membenarkan harga gabah kering giling (GKG) saat ini sedang turun harga. Kalau gabah benar-benar kering dibelinya Rp4.375/kg, jika gabah kurang kering hanya dibeli dengan harga Rp4.300/kg.
“Harga tersebut merupakan harga pasaran yang berlaku saat ini, Kita tidak bisa membeli GKG lebih tinggi dari Rp4.375/kg, karena harga pasarannya segitu. Siapapun yang membeli gabah saat ini harganya memang setinggi itu”, ujar Rahmad.
Petani dari Desa Matang Teungoh, Asnawi mengatakan, meskipun harga beli gabah saat ini sangat rendah, petani terpaksa menjualnya karena petani memanen padinya dengan menggunakan mesin pemotongan padi bukan secara tradisional oleh petani sendiri. (mar)










