Kisah Anak Lahir di Zona Chernobyl

kisah-anak-lahir-di-zona-chernobyl

JATIDIRI seorang anak yang lahir dekat reaktor nuklir Cher­nobyl pasca ledakan men­cuat ke publik. Anak perempuan bernama Mariyka (20) lahir dari pasangan Lydia So­venko dan Mi­khail. Mereka berke­wargane­garaan Ukraina.

Kelahiran Mariyka membuat mata takjub. Padahal, efek radiasi ledakan Chernobyl yang terjadi pada 1986 me­ninggalkan luka mendalam yang berdampak pada generasi ketu­runannya.

Anak-anak yang dilahirkan dari orangtua yang terkena radiasi Cherno­byl lahir dengan berbagai penyakit mengerikan, seperti kanker bahkan cacat. Namun, kondisi tersebut tidak terlihat pada diri Mariyka.

Gadis yang duduk di bangku kuliah ini lahir sehat. Tidak ada kecacatan dan penyakit mema­tikan yang bersa­rang di tubuhnya. Mariyka dilahirkan lebih dari satu dekade setelah ledakan Cherno­byl .

Ia dilahirkan dekat dengan reaktor nomor empat, jauh di dalam zona eksklusi 19 mil. Sayangnya, gagasan tentang seorang anak yang dilahirkan begitu dekat dengan bencana sangat kontroversial, dilansir dari Express, Senin (10/6).

Keberadaan Mariyka semula di­sem­bunyikan otoritas Ukraina karena malu bahwa seorang anak telah dilahirkan pekerja yang tidak seha­rusnya tinggal di tempat yang ter­cemar radiasi nuklir Cherno­byl.

"Pihak berwenang mengan­cam kami, mereka memperma­lukan kami karena ingin memaksa kami keluar dari rumah," ujar Lydia.

Diperlakukan "seperti penja­hat" karena ia melahirkan anak di Cher­nobyl dan menolak untuk pindah dari satu-satunya rumah keluarga yang berada di zona tersebut.

Membesarkan Anak

Lydia, yang saat ledakan nu­klir 33 tahun silam berumur 40-an tahun, tidak menyadari dirinya hamil. Ketika melahirkan, ia dibantu sang suami, yang meru­pakan seorang petugas pemadam kebakaran Chernobyl pada ma­lam ledakan, 26 April 1986. Ia dan suami tidak mau pindah rumah.

Tanpa dokter maupun pera­wat, Lydia dan suami meman­dikan si kecil Mariyka yang masih menjadi bayi baru lahir. Tali pusar pun dipotong sendiri.

Lydia berusaha keras membe­sarkan Mariyka. Di masa-masa kecil, gadis itu minum susu dari seekor sapi yang merumput di padang rumput yang terpapar radiasi nuklir.

Perilaku tersebut sebenarnya sudah diberi peringatan bisa mem­bahayakan nyawa putrinya. Susu dari sapi yang terpapar radiasi bisa menularkan ber­bagai penyakit ke dalam diri Mariyka.

Sampai saat ini, Mariyka bisa dibi­lang satu-satunya anak yang lahir dan dibesarkan di Chernobyl pasca-le­da­kan.

Rumor Anak Mutan

Rumor segera beredar tentang ke­sehatan Mariyka saat berumur lima tahun. Sang buah hati dibilang anak mutan.

Lydia terpaksa menjawab: "Jika orang berpikir dia adalah seorang mutan atau memiliki dua kepala, mereka cukup salah. Dia adalah anak cantik yang benar-benar sehat," jawabnya.

Di musim panas, Mariyka bahkan berenang di sungai yang mana ikan ditangkap ayahnya Mikhail untuk makan sekeluarga. Tapi Mariyka kesepian tanpa teman bermain di zona Cherno­byl, yang mana pengunjung tanpa alasan khusus dilarang datang.

"Saya berharap ada satu anak lagi di sini," kenang Lydia pada 2006. "Saya akan menunjukkan kepadanya sekitar rumah dan desa kami se­hingga bisa berse­nang-senang ber­sama."

Di sekeliling rumah Lydia berse­rakan puing-puing nuklir, termasuk sekolah yang ditinggal­kan pada hari ledakan dengan buku-buku teks.

Meskipun demikian, rumah mere­ka yang hancur berantakan tetap men­jadi rumah Mariyka saat gadis itu tum­buh dewasa. Sejak umur tujuh tahun, Mariyka harus tinggal di luar Chernobyl dalam jangka waktu terten­tu untuk bersekolah. (lpt/express/tst/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi