Saat Jeruk Langka, Harga Melambung

saat-jeruk-langka-harga-melambung

Karo, (Analisa). Saat jeruk lambung (lang­ka/tidak musim panen) harga jual buah jeruk melambung tinggi. Sejak akhir Maret 2019 sampai saat ini, Kamis (20/6) harga jual rata-rata Rp15.000/kg.

Saat musim panen, harga anjlok berkisar Rp3.000 sam­pai Rp5.000/kg, ujar petani jeruk, Predy Bukit, petani De­sa Salit, Ke­camatan Tigapa­nah dan Dasar Sem­biring pe­tani jeruk Desa Sampun, Kecamatan Dolatrayat kepada Analisa, Kamis (20/6) di Ka­banjahe.

“Situasi harga seperti inilah perlunya peran pemerintah da­pat mengatur atau paling tidak dapat memberi solusi kepada petani jeruk. Saat panen, per­lunya pemerintah memberi terobosan kemana buah akan dipasarkan. Namun sebalik­nya, saat panen, pasar terbatas buat petani atau pedagang memasarkannya sehingga harga anjlok,”jelas Bukit dan Sembiring.

Selain belum ada tero­bosan pasar dapat diwujudkan pemerintah kepada petani, serangan hama lalat buah juga semakin ganas membuat biaya berkebun jeruk semakin ting­gi. Dana penanganan lalat bu­ah di dinas terkait, cukup be­sar. Namun, bagi umumnya petani jeruk belum tersentuh. Akibat ini, pertanian jeruk di wilayah Karo semakin berku­rang.

Diperkirakan saat ini ting­gal 25 sampai 30 persen petani jeruk di Karo dapat ber­tahan. Selebihnya petani jeruk Karo pin­dah ke wilayah kabupaten lain. Seperti Kabupaten Sima­lungun, Dairi dan Pakpak Bha­rat, tegasnya.

Pantauan akhir-akhir ini, wilayah sentra jeruk yang selama ini menjadi tanaman idola petani dirotasi dengan tanaman muda dan kopi. Seperti wilayah Kecamatan Ba­rusjahe, Tigapanah, Do­latrayat, Sim­pang­empat, Be­rastagi dan sebagian wilayah Kecamatan Namanteran, Mun­te, Tigan­der­ket dan Pa­yung, tanaman jeruk mulai pu­­nah. Petani cenderung mene­bang tana­man jeruk dan mengganti dengan tanaman palawija dan kopi. (alex)

()

Baca Juga

Rekomendasi