Banjir Bandang di Simalungun Hanyutkan Rumah Warga

Banjir Bandang di Simalungun Hanyutkan Rumah Warga
Banjir Bandang di Simalungun Hanyutkan Rumah Warga (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Simalungun - Banjir bandang terjadi di Kabupaten Simalungun, tepatnya di Huta Sirungkungon, Nagori Purba Pasir, Kecamatan Haranggaol Horison, Rabu (20/12) sore. Peristiwa ini pun sempat membuat warga sekitar was-was lantaran derasnya air terlihat dari perbukitan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simalungun, Resman Saragih menyampaikan, banjir bandang ini diakibatkan oleh jebolnya tanggul warga di Nagori Purba Tongah, Kecamatan Purba. Alhasil air membawa material tanah dan batu ke lereng bukit.

"Iya, akibat dari jebolnya tanggul tersebut mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Binanga Bolon, Nagori Purba Pasir, Kecamatan Haranggaol," terang Resman saat dikonfirmasi Kamis (21/12).

Hingga berita ini diturunkan, banjir bandang masih terjadi dengan intensitas yang telah berkurang. Namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Korban jiwa nihil. Kerugian material yakni arus listrik dan jalan dari Haranggaol menuju Tigaras putus total akibat banjir bandang tersebut, dan dua unit rumah warga atas nama Joel Haloho dan Ramatio Sitio hanyut ke Danau Toba," katanya.

Selain menghanyutkan rumah, air juga merusak dan membawa nisan kuburan dari warga yang kebetulan ada di sana.

"Kita sudah standby-kan personel dan mobil Damkar di lokasi kejadian, menurunkan tim ke lokasi untuk membuat pengkajian atas kerusakan terjadi," kata Resman.

BPBD Kabupaten Simalungun, lanjut Resman, juga berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait seperti Dinas PUPR Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan untuk mengambil langkah yang lebih komprehensif.

Sedikitnya 28 Kepala Keluarga atau KK yang ada di lokasi sekitar sudah diarahkan untuk tinggal ke kediaman keluarga yang ada di daerah lainnya.

"Kita juga sudah laporkan ini ke Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Utara dan BNPB di Jakarta," pungkasnya.

Kapolres Simalungun, AKBP Ronald C Sipayung, telah menurunkan personel sebanyak 25 orang untuk evakuasi warga. Dirinya mengimbau warga agar lebih waspada.

"Sebanyak 25 personel telah diturunkan dan standby di lokasi. Untuk mengevakuasi warga. Saya mengimbau warga agar lebih waspada," ujar Kapolres Simalungun.

(FHS/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi