Geger! Warga Mata Pao Temukan Jasad 'Gendon' Bersimbah Darah di Kebun Sawit Socfindo (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Teluk Mengkudu – Keheningan di areal perkebunan kelapa sawit PT Socfindo Desa Mata Pao mendadak pecah.
Warga Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) digegerkan dengan penemuan jasad Suriyadi Sutoyo alias Gendon (44) yang tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bacok, Kamis (30/4) siang.
Jasad pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengurus ternak dan buruh panen padi ini ditemukan pertama kali oleh petugas pengamanan perkebunan sekitar pukul 11.00 WIB di Afdeling II Blok 33.
Kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Gendon tergeletak tanpa mengenakan baju dalam posisi miring. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, ditemukan luka robek yang diduga kuat akibat sabetan senjata tajam.
"Ada luka bekas bacokan di bagian tangan sebanyak dua liang dan satu di bagian kepala. Di dekat tubuh korban, kami juga menemukan sarung parang atau klewang sepanjang kurang lebih 50 centimeter," ujar Danton Pengamanan PT Socfindo, Sumardi.
Anehnya, meski korban ditemukan tewas bersimbah darah, sepeda motor milik Gendon ditemukan masih berada di lokasi, berjarak sekitar 30 meter dari titik jasad korban tergeletak.
Mendapat laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Sergai yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Binrod Situngkir bersama Kapolsek Teluk Mengkudu Iptu H. Sirait langsung turun ke lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi.
Kapolsek Teluk Mengkudu, Iptu H. Sirait, membenarkan identitas korban adalah warga Dusun IV Desa Mata Pao.
"Begitu menerima laporan warga, kami langsung bergerak cepat ke TKP. Benar ditemukan mayat atas nama Suriadi Sutoyo alias Gendon dengan kondisi luka bacok. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk proses otopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut," tegas Iptu H. Sirait.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik dugaan pembunuhan sadis tersebut dan tengah mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mengungkap siapa pemilik sarung klewang yang tertinggal di lokasi kejadian.
(BAH/RZD)