Kapolres Karo Turun Tangan Redam Massa Bersenjata, Nyaris Bentrok Antar Desa di Tigapanah (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Karo – Suasana mencekam menyelimuti perbatasan Desa Bunuraya dan Desa Kubu Simbelang, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, pada Minggu (24/5) malam. Ratusan warga dipersenjatai senjata tajam, petasan, hingga senapan angin sudah saling berhadapan dan siap meletuskan bentrokan hebat.
Persoalan yang dipicu oleh gesekan kelompok remaja yang masih labil ini nyaris berkembang menjadi konflik terbuka antar desa. Namun, pertumpahan darah berhasil digagalkan melalui operasi evakuasi situasi yang dramatis dan pendekatan persuasif instan oleh jajaran Polres Tanah Karo langsung di garis depan.
Peristiwa bermula sekitar pukul 21.23 WIB, saat Call Center 110 Polri menerima laporan genting mengenai pergerakan kelompok remaja di Losd Desa Bunuraya yang diduga hendak menyerang warga Desa Kubu Simbelang.
Merespons laporan tersebut, personel piket fungsi Polres Karo dipimpin Ipda Berton Siregar dan Ipda Romi Ginting, bersama Kapolsek Tigapanah AKP Dedi Ginting, langsung dipacu menuju lokasi.
Setibanya petugas di Desa Salit—jalur penghubung kedua desa—sekitar pukul 22.00 WIB, pemandangan mengerikan tersaji. Situasi sudah sangat kritis. Di lokasi tersebut, petugas mendapati sekitar 100 orang warga telah berkumpul massal. Emosi massa membumbung tinggi, diperparah dengan terlihatnya berbagai jenis senjata di tangan mereka, bersiap untuk melakukan penyerangan fisik.
Polisi segera melakukan evakuasi psikologis massal dengan pendekatan humanis, meminta warga menahan emosi dan membubarkan diri. Namun, ketegangan masih sangat tinggi dan situasi berada di ujung tanduk.
Evakuasi situasi dari ambang kekacauan total baru benar-benar terjadi saat Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho, bersama Kabag Ops Kompol Jonista Tarigan, memutuskan untuk turun langsung ke titik nol ketegangan sekitar pukul 22.30 WIB.
Di tengah kepungan massa yang emosional, Kapolres melakukan dialog tiada henti dengan Kepala Desa Kubu Simbelang, Rahmat Ginting, serta tokoh masyarakat setempat. Kapolres meyakinkan warga untuk tidak terprovokasi dan mempercayakan penyelesaian masalah sepenuhnya kepada hukum.
Langkah berani dan persuasif Kapolres di lapangan akhirnya membuahkan hasil dramatis. Perlahan namun pasti, tensi tinggi menurun. Sekitar pukul 23.10 WIB, massa akhirnya bersedia membubarkan diri secara teratur dan kembali ke desa masing-masing tanpa ada satu pun kontak fisik yang terjadi.
Secara paralel, di Desa Bunuraya, Kasat Intelkam AKP Handel Sembiring juga melakukan evakuasi mental terhadap kelompok remaja yang berkumpul di jambur desa, mencegah mereka melakukan aksi balasan.
Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho menegaskan bahwa peristiwa ini tidak boleh dipandang sebagai konflik horizontal antar desa.
“Ini bukan konflik antar desa. Kami melihat ini lebih kepada gesekan kelompok remaja yang emosinya masih labil. Karena itu kami mengedepankan langkah persuasif, pembinaan, dan mediasi agar situasi tidak berkembang menjadi bentrokan yang merugikan semua pihak,” tegas AKBP Pebriandi.
Sebagai tindak lanjut, kedua kepala desa sepakat untuk bertemu kembali pada Senin (25/5) guna mencari penyelesaian damai. Kapolres juga memastikan bahwa akar persoalan hukum sebelumnya, baik dugaan penganiayaan maupun pembakaran gudang kompos, sedang diproses secara profesional oleh Polres Karo.
Hingga saat ini, situasi di Desa Bunuraya dan Desa Kubu Simbelang dilaporkan aman dan kondusif. Meski demikian, sebagai langkah evakuasi preventif lanjutan, personel Polres Karo dan Polsek Tigapanah masih disiagakan di perbatasan Desa Salit guna mengantisipasi bentrokan susulan.
(DIK/RZD)