Menko AHY Apresiasi Langkah Hijau Grab, Dorong Percepatan Infrastruktur Kendaraan Listrik Nasional (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi mengapresiasi inisiatif sektor swasta dalam mempercepat transisi menuju sistem transportasi yang bersih dan ramah lingkungan.
Dukungan tersebut disampaikan Menko AHY saat menghadiri peluncuran 'Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia: Komitmen Nyata Mendukung Mobilitas Masa Depan' di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (29/6).
Dalam sambutannya, Menko AHY menegaskan bahwa pemerintah menyambut baik kontribusi nyata dari Grab Indonesia yang konsisten menghadirkan solusi transportasi masa depan rendah emisi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang pesat harus tetap berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan.
"Kita ingin terus tumbuh ekonominya, terus membangun termasuk infrastrukturnya, tetapi tetap ramah terhadap lingkungan. Kita harus menjaga kelestarian bumi ini untuk anak cucu dan generasi penerus kita," ujar Menko AHY.
Menko AHY memaparkan data bahwa sektor energi saat ini masih menjadi penyumbang terbesar emisi karbon nasional, yakni sekitar 55 persen. Dari angka tersebut, 22 persen disumbang oleh sektor transportasi dan hampir 89 persen dari emisi transportasi berasal dari transportasi darat.
Melihat kondisi ini, pemerintah terus menggodok strategi dan kebijakan yang berpihak pada transisi energi baru dan terbarukan (EBT). Selain untuk menekan emisi, pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil juga dinilai krusial dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang kerap memicu lonjakan harga minyak dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY juga mengapresiasi capaian Grab Indonesia yang secara konsisten meningkatkan jumlah armada kendaraan listrik. Menurutnya, target yang ditetapkan perusahaan tersebut merupakan langkah konkret yang patut didukung bersama.
"Tahun lalu jumlah kendaraan listrik Grab sekitar 14 ribu unit. Pada Juni tahun ini telah mencapai 28 ribu unit, dan mudah-mudahan pada akhir tahun dapat menembus 42 ribu unit. Ini merupakan target yang sangat baik dan layak kita dukung bersama," ungkap AHY.
Untuk mengimbangi masifnya pertumbuhan kendaraan listrik dari pihak swasta, Menko AHY menegaskan pemerintah akan memperkuat ekosistem dari hulu ke hilir melalui berbagai langkah strategis diantaranya adalah memberikan insentif bagi industri dan investor, mengembangkan rantai pasok baterai, serta mendukung industri kendaraan listrik nasional dan mendorong pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) secara masif agar masyarakat semakin percaya diri beralih dari kendaraan konvensional.
Menko AHY menambahkan bahwa penambahan titik pengisian daya tidak hanya akan berpusat di Pulau Jawa, melainkan juga menyasar wilayah luar Jawa.
"Pemerintah ingin terus mendorong agar jumlah titik pengisian semakin banyak dan penyebarannya semakin merata. Jawa tentu menjadi prioritas karena jumlah penduduknya besar, tetapi wilayah di luar Jawa juga harus terus diperluas sehingga pengguna kendaraan listrik semakin nyaman bepergian tanpa khawatir kehabisan daya," jelasnya.
Melalui sinergi kuat antara pemerintah dan dunia usaha ini, diharapkan transformasi menuju sistem transportasi nasional yang modern, efisien, berdaya saing, sekaligus hijau dapat segera terwujud demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
(JW/RZD)