Gandeng Pemdes Mesjid Batang Kuis, Tim Pengabdian USU Usung Literasi Lingkungan dan Buku Saku Gizi untuk Cegah Stunting

Gandeng Pemdes Mesjid Batang Kuis, Tim Pengabdian USU Usung Literasi Lingkungan dan Buku Saku Gizi untuk Cegah Stunting
Tim Pengabdian USU Usung Literasi Lingkungan dan Buku Saku Gizi untuk Cegah Stunting. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Batang Kuis - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Sumatera Utara (USU) meluncurkan program edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting bertajuk “Pemanfaatan Literasi Lingkungan dan Komunikasi Persuasif dalam Pengentasan Stunting Melalui Buku Saku Gizi bagi Keluarga Petani di Desa Mesjid Batangkuis.”

Kegiatan yang ditujukan bagi keluarga petani dan buruh tani ini dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026 bertempat di Kantor Kepala Desa Mesjid, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang.

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini dipimpin oleh Prof. Dr. Dwi Widayati, M.Hum. (Dosen Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya USU) selaku Ketua Pelaksana, bersama jajaran anggota lintas disiplin ilmu yang terdiri dari Winni R.E. Tumanggor, S.K.M., M.P.H. (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat USU), serta Emma Marsella, S.S., M.Si. dan Latifah Yusri Nasution, S.S., M.Si. (Dosen Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya USU) dan juga melibatkan mahasiswa- mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya USU Bayu Ardiansyah , Divya Neila Bulanda Sari , Marniman Jemila Zalukhu.

Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial-ekonomi masyarakat Desa Mesjid yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Fluktuasi pendapatan serta tingginya biaya angkut akibat kerusakan jalan pertanian sering kali menekan daya beli keluarga, sehingga pemenuhan gizi untuk ibu hamil dan balita terabaikan.

Kondisi tersebut memicu fenomena hidden hunger—keluarga merasa kenyang dengan asupan karbohidrat, tetapi sebenarnya mengalami defisit mikronutrien kronis. Namun, tim pengabdi menemukan bahwa persoalan mendasar bukan hanya ketiadaan anggaran, melainkan juga rendahnya literasi lingkungan. Hasil alam sekitar—seperti daun kelor, genjer, hingga ikan rawa—selama ini kurang dimanfaatkan dan hanya dianggap sebagai gulma atau limbah, padahal kaya akan zat gizi penting untuk tumbuh kembang anak.

Sebagai solusi holistik, tim USU mengembangkan Buku Saku Gizi Khusus Keluarga Petani. Berbeda dari media kesehatan konvensional yang kaku dan penuh istilah teknis, buku saku tersebut disusun menggunakan bahasa harian yang sederhana, visual menarik, serta pendekatan narasi persuasif yang menyentuh psikologis orang tua: "Masa depan anak adalah aset tani terbesar." Melalui buku saku ini, warga dipandu mengolah pangan lokal murah/gratis dari pekarangan dan parit sawah menjadi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bergizi tinggi.

Tim Pengabdian USU.
Antusiasme warga terlihat jelas saat pemaparan materi oleh para narasumber. Winni R.E. Tumanggor, S.K.M., M.P.H. membawakan materi teknis mengenai pencegahan stunting dan pemenuhan gizi balita, sementara Prof. Dr. Dwi Widayati, M.Hum. memaparkan pentingnya literasi lingkungan dalam memanfaatkan potensi pangan di sekitar pemukiman petani.

Pelaksanaan pengabdian ini disambut hangat oleh Kepala Desa Mesjid, Herman Felani, S.H. beserta jajaran perangkat desa. Peserta yang hadir merupakan ibu-ibu dari keluarga petani yang memiliki balita di lingkungan Desa Mesjid.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan harian warga, Tim Pengabdian USU juga membagikan cenderamata berupa bingkisan sembako kepada seluruh ibu-ibu peserta yang hadir.

Melalui sinergi antara akademisi USU dan Pemerintah Desa Mesjid ini, masyarakat diharapkan mampu membangun kemandirian gizi rumah tangga secara berkelanjutan demi mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

(REL/BR)

Baca Juga

Rekomendasi