Sarang Narkoba di Ladang Sawit Dolok Masihul Digerebek Polisi, Pelaku Lari Cerai-Berai (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Serdang Bedagai — Upaya melepaskan diri dari jerat peredaran gelap narkotika terus digencarkan aparat kepolisian. Personel Polsek Dolok Masihul, Polres Serdang Bedagai (Sergai), mendobrak sebuah area ladang kelapa sawit yang disulap menjadi tempat transaksi sekaligus lokasi nyabu di Dusun VI, Desa Pulau Tagor, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai.
Penggerebekan yang berlangsung pada Sabtu (29/8) sore sekitar pukul 16.30 WIB tersebut berawal dari keresahan warga setempat. Lokasi yang tersembunyi di tengah perkebunan sawit—sekitar 100 meter dari bangunan kandang ayam—diketahui kerap dijadikan sarang berkumpulnya para pemakai dan pengedar barang haram jenis sabu-sabu.
Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, mengonfirmasi penggerebekan tersebut pada Senin (31/8). Tim gabungan yang diterjunkan dipimpin langsung oleh Kapolsek Dolok Masihul AKP Inja V. Kaban bersama Kanit Reskrim Ipda L. Torosky RBP Manik dan jajaran tim opsnal.
"Penggerebekan ini dilakukan setelah kami menerima laporan dari masyarakat yang resah akan aktivitas transaksi dan konsumsi sabu di ladang sawit tersebut," ujar AKP Bringin Jaya di Mako Polres Sergai.
Pelaku Kabur, Barang Bukti Dimusnahkan di Tempat
Kehadiran petugas di lokasi rupanya sempat terdeteksi oleh para pelaku. Memanfaatkan medan perkemboenan yang terbuka, sebanyak empat pria tak dikenal nekat melarikan diri ke dalam rimbunnya kebun sawit saat polisi mengepung area tersebut.
Meski target operasi berhasil meloloskan diri, petugas menemukan sejumlah barang bukti sisa pesta narkoba yang tertinggal di lokasi, meliputi 1 set alat hisap sabu (
bong), 4 lembar plastik klip transparan ukuran kecil, pipet plastik bengkok, dan 1 buah mancis yang telah dimodifikasi.
Bersama Kepala Desa Pulau Tagor, Kasianto, serta Kepala Dusun setempat, petugas langsung menyapu bersih dan memusnahkan seluruh gubuk rakitan serta barang bukti alat konsumsi narkoba di lokasi kejadian agar tidak dapat dipergunakan kembali.
Pihak kepolisian memastikan tidak akan berhenti sampai di sini. Identitas keempat pria yang melarikan diri kini dalam proses penyelidikan dan perburuan oleh Satreskrim Polsek Dolok Masihul. Pemerintah desa setempat turut mengapresiasi aksi cepat kepolisian dan berkomitmen meningkatkan kolaborasi patroli berkala guna menjaga lingkungannya tetap bersih dari narkoba.
(BAH/RZD)