Medan, (Analisa). Sebanyak 100 umat Buddha mengikuti “Pelatihan Guru dan Dharmaduta 2015”, Minggu (14/6). Peserta terdiri dari guru agama buddha, guru sekolah mingguan dan Dharmaduta.
Kegiatan itu dilasksanakan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Medan di Gedung STBA-PIA Jalan Yos Sudarso Medan.
Pelatihan bertema “Mari Kita Tumbuhkan Kesadaran Diri akan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dengan Meningkatkan Kualitas Spiritual dan Berkarya Untuk Sesama” dibuka Penyelenggara Buddha Kementerian Agama Kota Medan, Pdt Burhan, S.Ag, M.Si.
Burhan M.Si dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pelatihan bagi guru agama Buddha, guru sekolah minggu dan dharmaduta setiap tahun, karena dapat menghasilkan guru dan dharmaduta yang berkualitas di dalam mendedikasikan dirinya dalam pembinaan masyarakat.
Dia juga mengapresiasi pelatihan tersebut rutin digelar setiap tahun.
Ketua Walubi Kota Medan Menurut Pdt. Earlnus Chen, mengatakan kegiatan pelatihan itu merupakan bagian dari program tahunan Walubi Kota Medan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya guru dan dharmaduta, agar dapat lebih berperan aktif di dalam pengembangan Buddha Dharma.
Pelatihan dibimbing tiga orang narasumber yakni Biksu Nanadhaja, Aiptu Rachmad HS., SH dan Rudy Rachman, MBA.
Pelatihan guru dan dharmaduta kali ini,katanya lebih menekankan pada bahaya penyalahgunaan narkoba. Sehingga peranan guru, pandita atau dharmaduta sangat vital dan tidak dapat ditinggalkan begitu saja.
Kunjungan Kerja
Sebelumnya, Walubi Kota Medan, tambah Earlnus juga telah melakukan kunjungan kerja ke 10 Majelis Agama Buddha yang tergabung dalam Walubi Kota Medan.
Kunjungan kerja untuk meminta pendapat dan pandangan dari para majelis tentang topik yang sesuai untuk pelatihan tahun ini itu, termasuk dalam rangkaian kegiatan pelatihan guru dan dharmaduta ini.
Yang Mulia Biksu Nanadhaja menjelaskan tentang pentingnya spiritual yang akan mengantarkan diri seseorang menjadi bernilai dan memiliki arah.
Dengan spiritual dan pemahaman Dhamma, insan manusia akan mampu membedakan antara hal yang pantas dan kurang pantas untuk dilakukan. Pembicara lainnya, Aiptu Rachmad, HS, SH menekankan nilai generasi muda adalah aset yang sesungguhnya bukanlah tambang, minyak, emas.
Melainkan generasi muda yang memiliki kecerdasan, imajinasi yang memberi kontribusi pada pembangunan.Karenanya generasi muda penerus bangsa dan negara harus dicintai, diarahkan dan dilindungi dari kelompok yang ingin memperkaya diri dengan merusak generasi muda. Rahmad juga menjelaskan tentang ciri pecandu narkoba dan jenis narkoba.
Sementara itu, Rudy Rachman MBA, menjelaskan setiap insan harus memiliki visi disusul pengetahuan, kecakapan, tindakan dan aspek leverage (pengatrol).
Tanpa tujuan, katanya kita akan kebingungan dan tersesat dalam kekuatan perusak sehingga akan lebih mudah terjerumus ke narkoba
Kegiatan pelatihan ditutup dengan pemberian plakat penghargaan kepada narasumber dan sertifikat kepada seluruh peserta pelatihan. (twh)











