Sepuluh Makanan Dilarang di Sejumlah Negara

MAKANAN adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, yang dimakan oleh makhluk hidup. Makanan yang dibutuhkan manusia biasanya diperoleh dari hasil bertani atau berkebun yang meliputi sumber hewan, dan tumbuhan.

Beberapa orang me­nolak untuk mengkonsumsi makanan dari hewan seperti, daging, telur, dan lain-lain. Mereka yang tidak suka memakan daging, dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu orang yang hanya memakan sayuran sebagai makanan pokok mereka.

Pada umumnya bahan ma­kanan mengandung beberapa unsur atau se­nyawa seperti air, karbohidrat, pro­­tein, lemak, vitamin, enzim, pig­­men dan lain-lain.

Makanan itu boleh untuk di­ma­kan, tapi tidak semua ma­kanan itu legal atau boleh diko­nsumsi. Ada be­berapa makanan yang dilarang untuk dimakan di beberapa negara.

Apakah itu karena berbahaya atau melanggar suatu peraturan sehingga memakannya bisa ber­akibat hukuman atau ­hayakan diri sendiri. Berikut makanan- ma­kan­an yang ilegal untuk dikon­sumsi;

1. Tomat, Prancis

Ingin mencicipi kuliner me­wah dan lezat? Pergi saja ke Prancis. Di negara tempat Menara Eiffel ter­se­but, Anda bisa mene­mukan dan makan semua ma­kanan lezat yang Anda idamkan.

Dari segala maka­nan yang ada di Prancis, ada satu yang tidak akan Anda temukan. Ma­kanan tersebut adalah saus tomat.

Di tahun 2011, Prancis mela­r­ang peredaran saus tomat. Pe­raturan ini sudah berlaku bagi anak-anak di sekolah dasar. Oleh peme­rintah Prancis, saus tomat dianggap sebagai bahaya besar bagi kuliner Prancis. Saus tomat dianggap bisa merusak dan me­ngalahkan rasa dari makanan Prancis.

2. Jelly Cups, Inggris

Masa kecil Anda masih belum bisa dikatakan bahagia apabila be­lum makan agar-agar kotak atau jelly dalam kotak.

Dulu, anak kecil generasi 90an, sangat menggemari snack satu ini. Meski kecil, namun rasanya sangat lezat. Namun bila Anda pergi ber­ku­n­jung ke negara di Eropa ter­ma­suk Inggris, jangan berharap bisa menemukan ma­kanan satu ini.

Di Inggris dan sejumlah negara di Eropa, agar-agar atau jelly dila­rang untuk dijual. Para ahli ber­alasan, di dalam agar-agar terkan­du­ng zat adiktif E425 yang dikenal dengan sebutan konjac atau konjac gum. Zat ini digunakan sebagai ba­han pengental yang menurut me­reka bisa membuat orang tersedak.

3. Permen karet, Singa­pura

Jangan heran bila Anda pergi ke Singapura dan melihat betapa ber­sihnya negeri kecil tersebut. Singa­pura termasuk negara yang sangat mendukung kebersihan. Buang sampah sembarangan, se­ke­cil apapun itu, Anda bisa ditang­kap dan didenda. Dendanya juga tak main-main. Peraturan di Singa­pura memang sangat ketat, terma­suk tentang makanan.

Sudah dari tahun 1992, negara ini melarang penjualan permen karet. Segala macam permen karet dari berbagai merek dilarang dijual. Hal ini disebabkan karena sulitnya menangani sampah dari sisa per­men karet. Di tahun 2004, Singa­pu­ra mulai melunak dengan me­ngijinkan permen karet untuk di­jual. Itupun hanya permen karet yang bertujuan untuk mendukung kesehatan gigi.

4. Coklat kinder, Ame­rika

Kinder Egg, Kinder Surprise atau Coklat Kinder di Indonesia, Anda pasti pernah melihat ma­kanan satu ini di supermarket.

De­ngan membeli satu coklat kinder, Anda bisa mendapatkan satu mai­nan kejutan di dalam­nya. Selain bisa makan coklat, bisa dapat mai­nan gratis yang lucu dan keren.

Di Amerika, coklat kinder dila­rang dijual. Pelarangan coklat kin­der mengacu pada aturan yang sudah ada sejak tahun 1938 ten­tang makanan, obat, dan kos­metik.

Pelarangan coklat kinder dise­babkan karena adanya bahan lain yang berupa non-makanan (mai­nan) d­i dalam produk. Ini bisa me­nye­babkan anak-anak yang tidak paham malah menelan mainan tersebut.

5. Daging kuda, Ame­rika dan Inggris

Kami tidak tahu apakah di antara Anda ada yang sudah pernah men­coba daging kuda atau belum. Se­perti apakah rasanya? Di Indonesia sendiri, daging kuda masih ja­rang terdengar.

Memang Indonesia sendiri ma­sih memperbolehkan daging kuda untuk dikonsumsi, namun ada be­berapa negara yang mela­rang meng­­­konsumsi daging kuda.

Dua negara besar, Ame­rika dan Inggris adalah negara yang me­mil­iki larangan keras atas konsumsi da­ging kuda. Jangankan untuk me­makan, membunuh dan mengambil daging kuda saja su­dah merupakan pelanggaran berat di Amerika dan Inggris.

Italia, Prancis dan beberapa ne­gara Eropa memperbolehkan kon­sumsi daging kuda karena rasa­nya yang lezat.

6. Susu sapi mentah, Ame­rika

Susu, oleh banyak orang di­an­jur­kan untuk sering diminum ka­rena manfaat yang diberikan sa­ngat­lah besar. Namun, tidak semua ne­gara mengijinkan untuk meng­kon­sumsi susu.

Beberapa wilayah di Amerika dan Kanada memiliki larangan ketat untuk penjualan susu. Hanya susu yang telah dipasteurisasi saja boleh dikonsumsi.

Ada alasan jelas kenapa Ame­rika Dan Kanada melarang pere­daran susu non-pasteurisasi. Susu non-pasteurisasi mengan­dung bak­teri berbahaya yang bisa mem­pe­ngaruhi kesehatan, se­perti listeriosis, salmonella, e-coli, dan campy­lo­bacter.

Beberapa spesialis di ne­gara lain juga mulai mempertim­bangkan apakah susu non-pasteu­risasi aman dikonsum­si atau tidak.

7. Samosa, Somalia

Jika Anda berkunjung ke India, ada kemungkinan Anda berjum­pa dengan samosa. Di India, samosa di­jadikan snack atau makanan ri­ngan. Soal rasa tak perlu ditanya lagi, samosa meru­pakan snack lezat bagi penduduk sana.

Sayang, orang yang tinggal di Somalia tidak akan bisa mera­sakan lezatnya samosa.

Somalia dengan tegas melarang samosa dijual dan juga dimakan disana. Somalia me­la­­rang samosa sejak tahun 2011.

Snack ini dilarang karena ben­tuknya melambangkan Holy Trinity di agama Kristen. Samosa ter­buat dari tepung terigu dan di da­lam­­nya diisi dengan daging atau berbagai macam sayur-sayuran.

8. Ortolan, Prancis

Di saat populasinya yang masih banyak, Burung Ortolan menjadi santapan lezat bagi penduduk Pran­cis. Burung Ortolan meru­pa­kan burung kecil bersuara merdua yang berukuran sekitar 16 cm.

Rasanya yang lezat membuat Burung Ortolan dijadikan hidang­an spesial. Namun, semenjak popu­lasinya turun drastis, Prancis ak­hir­nya membuat larangan meng­kon­sumsi Burung Ortolan.

Cara penghidangannya ada­lah, Burung Ortolan yang telah di­tang­kap akan dimasukkan ke dalam sangkar kecil dan gelap. Matanya dituutp sehingga mem­buat Burung Ortolan terus mene­rus makan.

Burung Ortolan yang sudah ber­tambah gemuk akan ditengge­lam­kan di dalam brandy dan digo­reng secara utuh. Meski sudah di­buat larangan, sejumlah pasar gelap tetap melakukan perburuan Burung Ortolan.

9. Foie Gras, Amerika

Foie gras termasuk dalam ma­ka­nan yang sangat langka. Jika ada orang yang jual, makanan satu ini harganya bisa sangat mahal. Di Indonesia memang jarang bisa me­nemukan foie gras.

Tapi, ada satu negara di Eropa yang menjadi produsen foie gras. Ne­­gara tersebut adalah Prancis. Men­jadi makanan terkenal dan lang­ka, ternyata foie gras dilarang di Amerika.

Sebelum tahu apa alasan pe­larangan foie gras di Amerika, Anda perlu tahu dulu apa itu foie gras. Foie gras berarti lemak hati.

Cara mendapatkannya adalah dengan memberi makan bebek atau unggas dalam jumlah ba­nyak se­hingga terjadi penum­pukan lemak di bagian hati.

Tentu ini adalah hal yang keji. Oleh karena proses pembuat­annya yang cukup keji tersebut, A­merika, Ing­gris dan India melarang penjua­lan foie gras.

10. Haggis, Amerika

Mungkin Anda kira, makanan apa ini? Kenapa bentuknya ter­lihat men­jijikkan dan menye­ramkan? Ma­kanan yang bagi Anda terlihat jijik dan menye­ramkan ini sebe­nar­nya adalah makanan terkenal di negara Skotlandia.

Berbeda negara, berbeda juga peraturan. Di Skotlandia hagis dijual bebas, di Amerika tidak. Di negara asalnya, Skotlandia, hag­gis dibuat dari bahan yang tidak biasa seperti hati jantung, hati, dan paru-paru domba.  Semua bahan tersebut di­kom­­bi­nasi dengan beberapa bumbu pedas sebelum dihidangkan. Me­ngetahui bahan pembuat haggis yang tidak normal, Amerika me­nya­takan ma­ka­nan tersebut sebagai ilegal. (wkp/csc/dm/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi