Lima Teori Stephen Hawking Ramalkan Kiamat

BERBAGAI prediksi ten­tang akhir kehidupan di bumi alias kiamat sering terlontar dari para­normal hingga para ilmuwan. Kali ini, prediksi tentang akhir kehi­dupan di bumi kembali di lontarkan dari kalangan ilmuwan, fisikawan ternama asal Inggris, Stephen Hawking.

Menurut Fisikawan Stephen Hawking, kemajuan dalam sains dan teknologi akan membawa manusia pada akhir dunia.

Rasaya masih dalam suasana bahagia setelah perayaan pergan­tian tahun. Tahun baru seyogianya menjadi pemacu banyak harapan lebih baik dari tahun sebelumnya. Tapi, hal itu tidak untuk  fisikawan Stephen Hawking.

Profesor kondang itu justru menge­luar­kan serangkaian pre­diksi mengerikan tahun ini, tentang bagaimana dan kapan du­nia akan berakhir. Berikut lima teori Hawking yang menjadi penyebab kiamat  dari rangkuman Cambridge News:

1. Bumi berubah menja­di bola api

Hawking menyarankan ma­nu­sia berani melakukan tindakan untuk pindah dari planet Bumi. Sebab, kurang  600 tahun lagi Bumi akan berubah menjadi bola api yang menyala.

Penyebab Bumi menjadi bola api karena manusia yang semakin bertambah dan konsumsi energi yang tak terbendung.

"Pada tahun 2600, populasi dunia akan berdiri bahu-mem­bahu, dan konsumsi lis­trik akan membuat Bumi bersinar merah," ujar Hawking. Dia menyebutkan bahwa gugus bintang terdekat dari Bumi, Alpha Centauri, menjadi kandidat terbaik bagi tempat baru manusia.

Untuk bisa menemukan tekno­logi 'me­larikan diri' ke planet lain, Hawking men­desak para pemilik modal dan orang-orang kaya, agar  mendukung segala proyek terkait perjalanan ke luar angkasa.

2. Robot akan ambil alih dunia

Hawking mengungkapkan rasa kha­wa­tirnya terhadap ke­cerdasan buatan atau Artificial Inteligent (AI). Teknologi yang sudah mulai banyak diterapkan untuk me­ngembangkan robot ini, dikhawatirkan Hawking bakal menggantikan manusia.

Menurutnya, teknologi AI memang perlu untuk dikem­bangkan. Tapi, diharap­kan tidak melampaui batas.

"Saya khawatir AI bisa meng­g­antikan manusia. Jika orang merancang virus komputer, bisa juga orang merancang AI untuk mereplikasi dirinya sendiri. Ini akan menjadi bentuk kehidupan baru yang akan mengungguli manusia," ujar Hawking.

3. Agresi manusia dan teknologi nuklir akan bu­nuh manusia

Pada ulang tahunnya yang ke-75, Haw­king mengungkapkan kekhawatiran terhadap kesera­kahan dan ambisi manusia membuat senjata berbahan nuklir. Suatu saat, menurut predik­sinya, nuklir yang akan meng­hancurkan manusia itu sendiri.

"Harapan terbaik untuk ke­lang­sungan hidup umat manusia mungkin adalah ko­loni indepen­den di luar angkasa," jelasnya.

4. Dampak perubahan iklim

Perubahan iklim akan sema­kin terasa dampaknya bagi ma­nusia dan makhluk hidup lainnya. Hawking menyarankan, dalam waktu 100 tahun ini sebaiknya sege­ra ditemukan planet peng­ganti Bumi.

Dia pun telah menunjuk ahli teknik, Christophe Galfard, agar mengeksplorasi kelayakan perja­lanan antarplanet.

5. Donald Trump

Hawking adalah orang  paling terdepan menentang keputusan Presiden Amerika Serikat (AS),  Donald Trump ketika Mei tahun lalu Trump mengumumkan tidak akan menandatangani perjanjian peruba­han iklim Paris, yang ber­tujuan untuk mengatasi ancaman pemanasan global.

"Kami mendekati titik kritis, di mana pemanasan global menjadi tidak dapat di­ubah lagi. Tin­dakan Trump bisa mendo­rong Bumi melewati jurang, menjadi se­perti Venus, dengan suhu 250 derajat Celcius dan hujan asam sulfat," tuturnya.

Penolakan Trump, lanjut Hawking, da­pat menyebabkan kehancuran Bumi, yang seharus­nya bisa dicegah secara perlahan. Perubahan iklim menjadi salah satu bahaya besar yang kita hadapi. (mirror/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi