KANIBALISME merupakan sebuah fenomena di mana satu makhluk hidup makan makhluk sejenis lainnya. Sebagai contoh, anjing yang memakan anjing atau manusia yang memakan manusia.
Secara etimologis kata “kanibal” merupakan kata pungutan dari Bahasa Belanda yang pada gilirannya memungut dari Bahasa Spanyol; “canibal” yang berarti orang dari Karibia. Di daerah ini oleh penjelajah ditemukan fenomena ini.
Selain di Karibia, di Amerika hal ini pada zaman dahulu kala banyak terjadi pula, misalnya di antara suku Anasazi, Bangsa Maya dan Aztek. Selain itu di Asia-Pasifik, kanibalisme juga pernah ditemukan.
Saat mendengar kata KANIBAL, kita semua pasti membayangkan suatu perbuatan yang mengerikan. Perbuatan yang dilakukan manusia memakan daging manusia. Zaman dahulu kala mungkin kanibalisme merupakan sebuah tradisi suku-suku tertentu, tapi di zaman sekarang perbuatan ini bisa dikatakan sudah tidak ada lagi.
Ternyata kasus-kasus kanibalisme juga pernah terjadi di dunia politik. Berikut orang-orang berkuasa yang diduga mempraktikkan kanibalisme atau menjadi korban kanibalisme sendiri atau melalui keluarga mereka seperti dikutip dari laman listverse.com:
- Joseph Kony
Joseph Kony adalah pemimpin Lord's Resistance Army (LRA), yang melakukan pemberontakan di Uganda. Selama pemberontakan, Joseph Kony dan pasukannya telah menculik sekitar 20.000 orang anak-anak.
Perlakuannya kepada anak-anak tsb sangat brutal bahkan dia memaksa mereka memakan daging dan meminum darah manusia.
Pamela Akber salah seorang anak yang diculik Kony, disekap selama 5 bulan dan berhasil melarikan diri. Dia bercerita, semasa penculikan dia dan anak-anak lainnya dipaksa membunuh anak-anak yang gagal melarikan dengan cara dimakan.
Mereka dipaksa menggigit tubuh si anak yang masih hidup sampai mati dan dimakan. Sungguh sangat mengerikan kanibalisme yang terjadi di dunia politik.
- Idi Amin terlibat
dalam Ritual Kakwa
Idi Amin merupakan Presiden Uganda dari tahun 1971 s/d 1979. Dia mernjabat Presiden yang terkenal dengan pemerintahan tirani.
Diperkirakan sekitar 500.000 jiwa menjadi korban kekejaman pemerintahnya. Idi Amin merupakan keturunan suku Kakwa, suku asli Uganda yang sering melakukan ritual memakan daging dan meminum darah manusia.
Ada satu keyakinan kuat suku ini, jika memakan hati musuh, maka dosa membunuh musuhnya akan dihapus.
Tradisi ini masih dilakukan Idi Amin. Dia mengkoleksi dan menyimpan hati musuhnya di lemari es dan dijadikan makanan disaat tertentu. Sering jurnalis saat mewawancarainya bertanya apakah daging manusia lezat? Idi Amin menjawab "Saya tidak suka daging manusia, terlalu asin bagi saya".
- Lon Nil dimakan
massa yang marah
Kudeta terjadi pada tahun 1970 di Kamboja untuk menggulingkan kekuasaan Pangeran Norodom Sihanouk dan digantikan dengan Cheng Heng dan Lon Nol menjadi perdana menteri di tahun 1972.
Sudah tentu saat terjadi kudeta memakan korban jiwa antar kedua belah pihak. Korban yang paling terkenal adalah Lon Nil, saudara kandung Lon Nol.
Pada 28 Maret 1970 terjadi kerusuhan yang dipimpin oleh pendukung Norodom di kampung Cham. Lon Nol mengutus Lon Nil untuk berunding dengan para pemberontak.
Saat tiba, Lon Nil ditangkap dan dipukuli sampai mati. Para pemberontak yang sangat marah memakan tubuh Lon Nil sebagai bentuk luapan kemarahan mereka.
Pemberontakan terjadi hingga tahun 1975. Kamboja direbut pasukan Khmer Merah dan Lon Nol dikirim ke kamp pengasingan.
- Jenderal Butt Naked
Di awal era 90an, Joshua Milton Blahyi alias Jenderal Butt Naked memimpin sebuah unit tentara bayaran dalam Perang Saudara Liberia Pertama.
Mereka dikenal sebagai Butt Naked Brigade. Seperti namanya, hampir semua orang berperang dengan telanjang dan mereka sangat tinggi.
Sebelum pergi berperang, pasukan akan mabuk-mabukan dan memakai narkoba. Mereka juga mengorbankan seorang remaja penduduk setempat untuk diminum darah dan dimakan dagingnya.
Setelah itu mereka akan melepaskan sepatu, mengenakan wig warna-warni, memakai tas buatan penduduk setempat. Mereka akan membunuh dan memenggal kepala setiap orang yang ditemui di medan perang. Kepala tersebut akan dijadikan bola untuk ditendang. Mereka percaya ritual seperti itu akan membuat mereka kebal dari peluru musuh.
Tahun 1996 Jenderal Butt Naked memeluk agama Kristen. Dia menyatakan menyesal dan meminta maaf atas segala perbuatan di masa lalu.
- Charles Taylor gunakan kanibalisme sebagai taktik demoralisasi
Charles Taylor (mantan presiden Liberia) penjahat perang dan pelanggar HAM berat di Afrika khususnya daerah Sierra Leona yang kini sedang menjalani hukuman penjara selama 50 tahun di penjara di Durham-Inggris membuat pernyataan yang mengejutkan.
Dia melakukann aksi " kanibalisme" dengan memakan jantung dan hati musuhnya. Dia juga membantu anaknya "chukie" yang menyiksa dan memperkosa dan kemudian dimasak dan dimakan oleh pasukannya..
Pasukan Revolusi (RUF) membiarkan 10 ribu jiwa tersiksa karena lambungnya di sobek dengan parang atas perintah pimpinannya.
Taylordiduga menyimpan "berlian" hasil jarahan yang diperkirakan berharga sekitar 950 miliar poundsterling. Dia menggunakan berlian tersebut untuk membeli senjata bagi para pemberontak.
- Teodoro Obiang Nguema, pernah praktikkan kanibalisme
Pada 2008, seorang jurnalis AS Peter Maass menyebut Obiang sebagai diktator terburuk di Afrika, jauh lebih buruk dari Presiden Zimbabwe Robert Mugabe. Sebenarnya kekejaman seperti apa yang dilakukan Obiang Nguema dengan kekuasaan yang ada di tangannya?
Beberapa orang yang pernah berurusan atau dekat dengan Obiang Nguema, mengatakan, diktator itu selain kejam juga diduga memiliki kecenderungan sebagai kanibal.
Salah satu yang membuat klaim itu adalah Severo Moto, seorang rival politik Obiang Nguema, saat diwawancarai oleh sebuah radio Spanyol pada 2004.
"Dia pernah 'menyantap' seorang komisaris polisi. Mengapa saya katakan demikian? Karena komisaris itu dimakamkan tanpa otak dan buah zakarnya," ujar Moto.
- Samuel Doe jadi
korban kanibalisme
Presiden Liberia, Samuel K Doe menjabat dari tahun 1980-1990. Dia berkuasa melalui kudeta dengan mengabila alih pemerintahan sebelumnya dan membunuh Presiden saat itu di Istana Kepresidenan.
Dengan merasa bangga dia melenggang menjadikan dirinya sebagai Presiden selanjutnya pada tahun 1985.
Bukan membuat keadaan semakin baik, Doe menjadi orang yang bertanggung jawab atas terjadinya perang saudara di Liberia.
Pada 9 September 1990, menjadi hari tragis untuk Doe. Dia berhasil ditangkap oleh para pemberontak pimpinan Prince Jonhson dan dibawa kemarkasnya. Disana, Samuel Doe disiksa dengan kejam. Telinga, jari tangan dan kakinya di potong oleh para pemberontak. Sehari kemudian dia dimutilasi dan dagingnya dimakan oleh lawan politiknya tersebut. (listvc/es)











