Di Pakpak Bharat

Tim Universitas Paramadina FGD

Pakpak Bharat, (Analisa). Tim Sustainable Partnership dari Universitas Paramadina, dipimpin Dr Ayu Dwi Nindyati selaku Project Director, Alfikalia MSi (Ketua Program Penyusunan Indeks Kemitraan), didampingi Dr Eka Wenats Wuryanta (Anggota) dan Dian Rosdiana MIKom (anggota) berkunjung ke Kabupaten Pakpak Bharat.

Kedatangan tim disambut Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu di Ruang Rapat Sindeka, Gedung Sigellem Rempu, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, Senin (16/4).

Kabag Humas melalui Kasubag Pers Caspul Hasibuan di sela sela penyambutan kepada wartawan menyampaikan, kedatangan tim yang didampingi Evodia Sembiring dari IMPRO adalah untuk melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan bupati dan jajarannya, khususnya perihal penguatan urusan kesehatan dan pendidikan, terkait indeks kemitraan yang valid dan reliable sehingga bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah se-Indonesia dalam hal kemitraan.

Bupati dalam kesempatan ini didampingi Sekda Sahat Banurea, Kepala Dinas Kesehatan dr Tomas, Dinas Pendidikan, mendeskripsikan tentang Kabupaten Pakpak Bharat, mulai dari awal berdirinya sampai saat ini, potensi yang ada, dan juga program-program terkait kesehatan dan pendidikan.

“Komitmen kami sangat tinggi untuk urusan kesehatan dan pendidikan, yang tersurat secara resmi dalam visi dan misi. Bahkan secara spesifik urusan kesehatan ibu dan anak secara nyata tercantum,” sebut Bupati Remigo seraya menegaskan program yang menjadi urusan wajib pelayanan dasar ini juga didukung oleh regulasi-regulasi terkait yang dikeluarkan bupati.

Lebih jauh dikatakan, program inovatif di urusan kesehatan antara lain SMS Bunda, Ambulans Silotus, Sijari Emas, Bayi Lahir Langsung Dapat Akta dan sebagainya. “Untuk urusan pendidikan, tidak hanya pendidikan gratis sampai tingkat menengah, Pemkab Pakpak Bharat juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Pakpak Bharat yang berhasil menembus PTN serta angkutan bus sekolah gratis bagi pelajar di Pakpak Bharat”, terangnya.

Menurut Remigo tujuannya menghadirkan beragam program terkait kesehatan dan pendidikan ini tidak semata-mata untuk menyehatkan dan mencerdaskan masyarakat saja, tetapi juga menekan serta meminimalisir pengeluaran masyarakat. “Masih ada program subsidi lainnya seperti subsidi pentraktoran lahan dengan tujuan yang sama”, tambahnya.

Pasca makan siang, acara kemudian dilanjutkan di Ruang Rapat Garuda untuk melanjutkan diskusi dan membagikan kuisioner untuk diisi oleh jajaran Pemkab Pakpak Bharat. Selanjutnya tim dari Universitas Paramadina juga akan melanjutkan kunjungan lapangan ke unit-unit layanan terkait. Bupati juga berkesempatan mengajak tim Universitas Paramadina mengelilingi lokasi perkantoran Sekretariat Daerah. (brt)

()

Baca Juga

Rekomendasi