Oleh: Rhinto Sustono
JIKA dulu untuk mempunyai sebentuk cincin bermata akik minimal kita harus merogoh kocek Rp50 ribu, kini sudah banyak batu cincin yang dijual murah. Tidak hanya batunya, di pasar daring sebentuk cincin dengan ragam jenis akik bahkan bisa dibeli hanya belasan ribu rupiah.
Bertajuk “Edisi Cuci Gudang” atau habiskan stok, pada laman marketplace di jejaring sosial, pekan lalu bahkan ada penjualan borongan yang rata-rata mematok harga Rp12 ribu untuk sebentuk cincin bermata akik, dengan minimal pembelian 50 buah. Bahkan sebuah gelang jenis black jade hanya dibanderol Rp200 ribu.
Beberapa pemilik akik yang (mungkin) dulunya hanya ikut-ikutan membeli karena sedang booming, kini juga menjual koleksinya secara borongan, terdiri 7 bentuk cincin dengan aneka varian batunya, liontin kalung berbatu alam, dan beberapa jenis lainnya. Penjualnya tidak mematok harga, hanya tawaran dengan tertinggi yang akan bisa meluluhkan hati penjualnya.
Tak hanya itu, sebutir batu jenis sulaiman mata dan beberapa varian teratai hitam juga dibanderol dengan harga murah, antara Rp175 ribu hingga Rp200ribu. Bahkan ada 4 butir akik teratai hitam yang berharga sama dan jenis batu lambrodite dibanderol Rp150-an ribu. Ada yang harganya agak lebih mahal, yakni 3 butir jenis junder sulaiman yang dipatok Rp250 per butirnya. Namun ada juga penjual yang menawarkan belasan butir batu solar HQ-nya dengan tawaran harga berbeda-beda.
Hanya jenis tertentu saja yang harganya relatif normal. Selain karena kekerasan, keunikan, dan keindahan batunya, beberapa jenis akik yang harganya tetap stabil ini memang sudah sangat terkenal dan dilengkapi sertifikat. Beberapa di antaranya ragam varian safir, misalnya green safire yang ditawarkan seharga Rp900 ribu per butir.
Karena kekerasannya, safir kerap diproduksi untuk berbagai keperluan. Warnanya juga bervariasi, tak melulu biru sebagai jenis yang paling populer, namun juga ada yang merah muda, kuning, ungu, jingga, juga kehijauan.
Dari sekian banyak varian batu akik, para pecinta dan kolektor tidak hanya tertarik pada jenisnya, namun kualitas warna dan kemilau yang ditawarkan membuat pemakai dan penjualnya bisa meraup keuntungan lebih. Sebut saja jenis black shappire (safir hitam) yang harganya sedikit dibawah standar safir biru. Mineral jenis corundum ini, jika didominasi merah biasanya disebut dengan rubi.
Memang varian akik hitam selalu minat pecinta dan kolektor. Ketegasan warnanya menjadi netral jika dikenakan dalam kesempatan dan dipadukan dengan warna pakaian apa pun. Kesannya lebih match-lah
Ada banyak jenis akik yang didominasi hitam. Misalnya jenis black opal yang jauh lebih unggul dari berlian hitam dalam hal harga dan nilai. Opal, tidak hanya tersedia dalam berbagai variasi kemilau, dominasi dasar hitam pada jenis ini selalu terlihat mencolok.
Jenis obsidian juga bisa dipilih bagi penggemar batu hitam. Jenis ini merupakan produk dari gunung berapi. Meski memiliki permukaan berkilau, obsidian bukanlah kristal, seperti kebanyakan batu mulia, dan bisa terbentuk dari berbagai komponen yang dipengaruhi aktivitas vulkanik. Bahkan ada batu langka yang ditemukan di kawasan Mozambique dan Madagaskar dari jenis beryl yang juga hitam, meskipun kebanyakan beryl murni berwarna cerah.
Sesuai nama tenarnya, mutiara hitam, yang dihasilkan jenis kerang, pinctada margaritifera. Mutiara hitam juga dikenal dengan sebutan mutiara Tahiti yang sangat langka. Karena kelangkaannya, jenis mutiara hitam ini berharga pasti selangit.
Batu serendibite juga tersedia dalam varian hitam, awalnya belasan tahun lalu ditemukan di Sri Lanka. Namun serendibite jenis hitam ini akhirnya juga ditemukan di Myanmar, yang kini menjadi salah satu negara utama pemasok batu mulai jenis ini.
Masyarakat umum lebh mengenal jenis garnet merah, padahal juga tersedia varian hitam.Bahkan ada juga varian akik paling popular berarna pekat, onyx hitam. Sebutan onyx memang umum digunakan untuk yang berjenis hitam, sementara jenis putih disebut dengan chalcedony.
Dua varian akik yang didominasi hitam lainnya, yakni moonstone hitam dan hematite atau haematite. Jenis moonstone tidak hitam pekat, namun hitam keabu-abuan, bahkan ada yang sangat khusus berwarna beige. Sedangkan haematite, merupakan sebuah mineral yang memiliki struktur kristal sama dengan rubi dan safir. Selain yang hitam, hematite juga hadir dalam varian abu-abu atau perak, namun selalu memiliki aksen merah. Hematite memiliki tingkat kekerasan lebih tinggi dari besi murni.
Batu akik hitam memang selalu menawan jika dikenakan, tidak sekadar untuk cincin, tapi juga Perhiasan pada lengan, giwang, bahkan kalung. Dominasi hitamnya bisa menyatu dan mendukung penampilan elegan bagi pemakainya, bukan hanya pria, namun juga bila dikenakan oleh wanita.











