Walikota Subulussalam Pantau Harga Pasar

walikota-subulussalam-pantau-harga-pasar

Subulussalam, (Analisa). Walikota Subulussalam Affan Alfian Bintang melakukan inspeksi men­dadak (Sidak) ke pasar tradisio­nal, Sabtu (25/5). Tujuannya untuk me­ngetahui secara langsung ketersediaan bahan pokok, termasuk memantau harga barang jelang Idulfitri 1440 H

"Kami bersama Pak Wakil Walikota turun langsung ke pasar untuk me­ngetahui ketersedian bahan kebutuhan pokok, termasuk harga apakah ada lonjakan. Alhamdulillah masih stabil," kata Walikota Affan didampingi Wakil Walikota Salmaza, Kepala Dispe­rindagtambkop UKM dan Koperasi Masri dan beberapa pejabat lainnya.

Dikatakannya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan ketersedian bahan pokok mencukupi, sehingga dipastikan aman hingga Lebaran Idul­fitri 1440 H.

Sekretaris Disperindagtamkop UKM dan Koperasi Subulussalam Alijar Munthe menambahkan, harga sejumlah kebutuhan pokok masih stabil dan tidak ada lonjakan harga yang signifikan. Namun, berdasarkan penga­kuan pedagang, daya beli masyarakat menurun sejak awal Ramadan.

"Belum ada lonjakan harga, masih stabil, walau stabil daya beli menurun, itu pengakuan mereka," kata Alijar.

Bangunan terbengkalai

Selain memantu harga barang, wa­likota bersama rombongan juga me­lihat bangunan terbengkalai yang ada di pasar tradisional itu. Bangunan ter­sebut dikerjakan tahun 2017 dan anggarannya bersumber dari APBN senilai Rp6 miliar. Bangunan itu rencannya untuk pedagang ikan dan sayur-sayuran.

"Sekaligus meninjau bangunan yang terbengkalai dikerjakan tahun 2017. Namun karena tidak siap pengerjaan uangnya dikembali ke pusat Rp2 miliar dari total Rp6 miliar, hanya Rp4 miliar yang terserap," ungkap Alijar.

Progres bangunan, katanya, hanya sekitar 60-70 persen. "Pusat tidak mau lagi memberi anggaran untuk kelanjutan bangunan itu, karena kita dianggap tidak mampu menyelesaikan tepat waktu," sambung Alijar.

Mantan Kabag Ekonomi Setdako Subulussalam ini mengatakan, pihak­nya sudah menyurati Kementerian Perdagangan agar bangunan itu bisa dihibahkan ke pemerintah daerah. Dengan demikian, Pemerintah Kota Subulussa­lam dapat melanjutkan pembangunannya, agar bangunan itu bisa digunakan. "Pihak kementerian secara lisan sudah mengiyakan, tinggal menunggu surat hibah dari mereka," ucapnya.

Menurut Alijar, jika surat hibah telah keluar, pemerintah daerah dapat menata kembali supaya gedung tersebut tidak mubazir dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang berdagang di sana. Saat ini kondisi bangunan ba­nyak yang retak dan pecah-pecah, termasuk seng banyak yang hilang. (sdr)

()

Baca Juga

Rekomendasi