“BOLEH saja memikirkan soal jodoh. Namun, bukan sikap yang bijaksana bila kita risau sampai lupa kalau jodoh itu sudah ada yang mengatur. Ingat, jodoh itu Allah yang mengatur. Minta saja kepada Allah.”(Buku Tuhan Di Mana Jodohku Sekarang)(Hal 7)
Tidak sedikit manusia di muka bumi ini merasa galau akan jodoh di masa depan, baik laki-laki maupun perempuan pasti mengalami hal yang sama. Sebab banyak dari mereka memikirkan hal tersebut hingga membuatnya menjadi beban hidup terberat untuk dirinya. Sampai-sampai karena takut kehilangan jodoh, kerap kali manusia mengejar mati-matian si lawan jenis tersebut.
Dan ada pula manusia yang merasa bahwa dirinya pasti mendapatkan jodoh, namun seketika rasa kepastian itu hilang karna tuntutan Lingkungan yang sudah pada menikah dan mendapatkan jodoh. Padahal di dalam Al-quran Allah berfirman yang artinya ; “Dan kami menciptakan kamu berpasang-pasangan”(QS. An-Naba’: Ayat 8). Sebab itu, kekhawatiran akan jodoh bahwa kita tidak kebagian pasangan tidak perlu untuk di khawatirkan.(Hal 104)
Lalu, bagaimana dengan pacaran yang membuat para jomblo menjadikan pacaran menjadi jalan pintas mendapatkan jodoh? Atau bagaimana dengan mereka yang pacaran namun menganggap mereka sedang melakukan Taaruf. Maka dari itu si penulis menuangkan di dalam bukunya bahwa ; “Pacaran = berdua-duaan, Taaruf = harus ada dampingan”(Hal 48). Nah, dapat kita simpulkan bahwa pacaran dan taaruf itu berbeda.
Oleh karena itu, hidup tanpa pacaran, hidup untuk masa depan. Karena pacaran bukan lah jaminan, bahwa pacar kita sekarang adalah jodoh kita kelak di masa depan. Malah yang kita ketahui dan dapat kita lihat di lingkungan sekitar bahwa pacaran dapat menimbulkan kejerumusan pada nafsu yang membuat kita terbakar api neraka akhirat. Maka, jodoh itu adalah jaminan Allah jika kita meminta kepada Allah maka kita tinggal bersabar kapan Allah memberikannya kepada kita.
Maka dari itu, buku yang di susun oleh Gafur Abdullah & Unzilatur Rahmah menjadi buku motivasi dan pelecut semangat untuk para pembaca yang merasa ragu bahwa dia tidak dapat mendapatkan jodoh dan bingung untuk di beri jodoh yang baik sesuai kriteria yang di inginkan. Tak ketinggalan pula penulis menuangkan dalil-dalil Al-Quran, kata-kata bijak dari sang penulis, dan perandaian dari penulis dalam menyakinkan dan memberi motivasi tentang percintaan serta mencari jodoh. Semua itu penulis sajikan dalam bentuk tulisan yang ringan sehingga pembaca mudah memahaminya.
Buku motivasi islam ini memiliki cover yang sangat elegan namun simple, yaitu warna ungu yang di beri gambar ilustrasi laki-laki dan perempuan yang duduk berjauhan sebagai back-ground-Nya dan tulisan “tuhan di mana jodohku sekarang?” Yang diberi warna setiap tulisannya dengan bentuk tulisan yang indah di pandang. Penyajian tiap halamannya pun di desain sedemikian rupa sehingga para pembaca tidak jenuh membacanya.
Buku yang memiliki anak judul ‘’Kamu cantik, belum tentu jodohmu ganteng’’ seolah menghipnotis bagi pembacanya untuk mengulas isi dari anak judul tersebut untuk mengetahui apa sebabnya dan yang paling menarik dari buku ini adalah judulnya ‘’Tuhan di mana jodohku sekarang’’ yang membuat pembaca penasaran akan maksud dari judul tersebut sehingga menimbulkan pertanyaan, ‘’Dimana letak keberadaan jodoh kita?’’
Dengan senang hati Gafur Abdullah & Unzilatur Rahmah melimpahkan tips-tips agar para pembaca tidak mudah melakukan pacaran, memahami arti cinta sebenarnya, dan bagaimana mencari jodoh yang terbaik untuk kita. Semoga dengan adanya buku ini, dapat membuat para pembaca terus memantaskan diri agar kelak siap berjumpa jodoh di masa depan. Selamat membaca!
Peresensi :Nadhri Filka, Kru Muda LPM Dinamika UIN SU dan Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SU











