30 Siswa SMA 3 Medan Ikuti Pelatihan Menulis

30 Siswa SMA 3 Medan Ikuti Pelatihan Menulis
Siswa SMA Negeri 3 Kota Medan mengikuti pelatihan keahlian menulis sebagai teknik terapi psikis. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Siswa-siswi Sekolah Menangah Atas (SMA) Negeri 3 Kota Medan mengikuti pelatihan keahlian menulis sebagai teknik terapi psikis (Self-Healing Writing Therapy), Sabtu (29/10), yang dipandu Coach Aida, seorang writerpreuner, Hypno Theraphist, dan Biographer asal Jakarta.

"Kami ucapkan selamat datang Ibu Aida, Saya sebagai Kepala Sekolah sangat mengapresiasi acara ini, berilah pengetahuan menulis kepada anak-anak kami siswa SMA 3, semoga ke depan banyak dari mereka akan menjadi penulis go nasional dan internasional," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Medan, Mukhlis.

Staf Humas SMA Negeri 3, Susi Sustiani, menuturkan semua peserta aktif menulis di berbagai media sosial seperti facebook, Instagram, Twitter dan platform lainnya. Pelatihan terselenggara atas kerjasama SMA 3 dan Maslamah Media Mandiri.

"Saya melihat acara ini sangat bermanfaat dan respon anak-anak sangat baik, berefek baik pada jiwa dan mental siswa, kalau bisa acara seperti ini diulangi lagi ke depannya dengan persiapan kepanitiaan yang lebih baik lagi," ucapnya.

Proses pelatihan diisi Aida dengan praktek terapi lansung, menggunakan media tiga musik: hopono-pono, rehat, dan deepening.

"Musik-musik terapi ini berguna untuk berdiskusi dengan alam bawah sadar para peserta dan menanamkan sebuah sugesti yang baru terhadap diri masing-masing," jelas Aida setelah selesai acara.

Para siswa peserta acara menanggapi positif, umumnya mereka menemukan pengalaman baru, pengetauan baru, dan cara pandang baru (insight) tentang diri sendiri. Terbangun kesadaran baru, ternyata menulis dapat berfungsi sebagai teknik terapi mental sendiri.

"Lebih lega bisa berdamai dengan diri sendiri, bersyukur pada diri sendiri, bikin rileks dan tenang," kata Rafif salah satu perserta dari kelas 10 IPA 2.

"Pertama merasa lega, karena jarang ada acara seperti ini di sekolah-sekolah yang melibatkan interaksi aktif pemateri dan peserta, kemudian jadi lebih sayang pada diri sendiri, ternyata kita itu lebih kuat dari apa yang kita pikirkan selama ini," ujar Allisha, salah satu peserta dari siswa kelas 12 MIA 2.

"Semoga acara-acara seperti ini terus ada di sekolah SMA 3 Kota Medan," harapnya.

(CSP)

Baca Juga

Rekomendasi