Standar Hotel di Desa Wisata: Poltekpar Medan Rintis Layanan Laundry Mikro untuk Homestay Simalungun (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Kualitas kebersihan linen kini menjadi fokus utama dalam meningkatkan daya saing desa wisata di sekitar kawasan Danau Toba.
Menyadari hal tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan menggelar sosialisasi perintisan layanan laundry skala mikro di Kantor Desa Dolok Panribuan Tiga Dolok, Jumat (27/3/2026).
Langkah ini diambil untuk memodernisasi pengelolaan homestay yang selama ini masih banyak melakukan pencucian linen secara manual tanpa standar operasional yang baku.
Program yang dipelopori oleh Sariana Hollandita Prima Putri Daulay, Booni Tauhid, dan M. Hamdani ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja para pengelola penginapan desa.
Dengan adanya layanan laundry terpusat, para pemilik homestay tidak perlu lagi membawa cucian ke luar desa, sehingga dapat menekan biaya operasional secara signifikan.
"Layanan laundry skala mikro ini punya fungsi ganda: menjamin kenyamanan wisatawan dengan standar kebersihan setara hotel, sekaligus membuka peluang unit usaha baru bagi masyarakat desa," jelas tim PKM Poltekpar Medan.
Tak hanya memberikan edukasi teknis, para peserta yang terdiri dari pelaku wisata dan pengelola homestay juga dibimbing dalam aspek manajerial, meliputi:
Estimasi Kebutuhan Alat: Pemilihan perangkat yang tepat untuk skala mikro.
Perencanaan Modal: Simulasi biaya operasional dan modal awal.
Strategi Harga: Penentuan tarif layanan yang kompetitif namun tetap menguntungkan.
Kegiatan ini diarahkan pada pembentukan kelompok usaha bersama. Harapannya, layanan laundry ini dapat dikelola secara kolektif melalui unit usaha desa, sehingga dampaknya merata bagi seluruh masyarakat.
Dengan adanya layanan pendukung yang profesional, homestay di Kabupaten Simalungun diharapkan mampu bersaing secara global dan memberikan kesan mendalam bagi wisatawan yang mencari pengalaman autentik di Danau Toba tanpa harus mengorbankan standar kebersihan.
Oleh: Sariana Hollandita Prima Putri Daulay, Booni Tauhid, dan M. Hamdani (Poltekpar Medan).
(JW/RZD)