Bupati Madina Ungkap Soal Kawasan Rawan Narkoba di Panyabungan Timur (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Madina - Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution mengungkapkan kondisi sejumlah desa di Kecamatan Panyabungan Timur yang masih masuk dalam kategori kawasan rawan narkoba dan terindikasi terdapat aktivitas penanaman tanaman terlarang.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) bagi masyarakat kawasan rawan narkoba di Kecamatan Panyabungan Timur, Selasa (9/6/2026).
Bupati Saipullah menyampaikan bahwa persoalan narkoba bukan lagi masalah biasa, melainkan ancaman luar biasa yang harus ditangani secara serius dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
"Bahaya narkoba ini bukan biasa-biasa. Ini sudah luar biasa atau extraordinary. Karena itu penanganannya juga tidak boleh biasa-biasa, harus luar biasa," katanya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, terdapat sekitar enam hingga delapan desa di wilayah Panyabungan Timur yang masih menjadi perhatian terkait peredaran narkoba dan aktivitas yang berkaitan dengan tanaman terlarang.
Bahkan, terdapat dua desa lain yang berada di wilayah perbukitan dan berbatasan dengan daerah lain yang juga terindikasi mengalami persoalan serupa.
Fakta tersebut, menurutnya, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Madina bersama BNN, aparat penegak hukum, serta instansi terkait lainnya.
"Kami tidak akan kendor dalam upaya memberantas narkoba dan mengubah kondisi ini. Semua pihak harus bergerak bersama menyelamatkan masyarakat dan generasi muda," tegas Bupati.
Dia menjelaskan bahwa narkoba dapat menghancurkan masa depan generasi produktif yang seharusnya menjadi motor pembangunan daerah. Jika masyarakat usia produktif terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, maka kualitas sumber daya manusia akan menurun dan berdampak langsung terhadap pembangunan.
"Kalau anak-anak muda kita sudah tergantung narkoba, apa yang bisa kita harapkan? Mereka seharusnya belajar dan mempersiapkan masa depan, bukan justru memikirkan bagaimana mendapatkan narkoba," ujarnya.
Panyabungan Timur dikenal sebagai kampung halaman Bupati Madina, sehingga berbagai persoalan yang terjadi di wilayah tersebut menjadi perhatian khusus.
Karena itu, pemerintah daerah merasa terpanggil untuk mengembalikan fungsi lahan masyarakat menjadi lebih produktif dan memberikan manfaat ekonomi yang legal serta berkelanjutan.
"Kita ingin perlahan dan pasti mengganti tanaman yang melanggar hukum dengan tanaman produktif yang hasilnya lebih besar dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BNN melalui program Life Skill memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat agar memiliki keterampilan dan sumber penghasilan alternatif yang sah.
Disamping itu, pemerintah daerah juga berkomitmen menggandeng berbagai pihak, termasuk Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VIII dan pelaku usaha, untuk membuka peluang pasar bagi hasil pertanian masyarakat.
Dia berharap peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing serta membantu. menyosialisasikanbahaya narkoba kepada masyarakat.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan. Pemerintah, BNN, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan warga harus bersama-sama keluar dari persoalan ini demi masa depan Panyabungan Timur yang lebih baik," pungkasnya.
(RES)
(WITA)