Ahmad Darwis: Jangan Tergiur Bantuan Bandar Narkoba, Uang Sesaat Bisa Hancurkan Masa Depan (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr H Ahmad Darwis SAg MA, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh bantuan uang maupun materi dari bandar narkoba. Di balik bantuan yang terlihat menggiurkan, bisa tersimpan kepentingan untuk mencari perlindungan, membangun pengaruh, dan melanggengkan peredaran narkoba di tengah masyarakat.
Ahmad Darwis menegaskan, masyarakat tidak boleh menukar keselamatan generasi muda dengan keuntungan sesaat. Bantuan yang diberikan bandar narkoba tidak boleh menjadi alasan untuk membenarkan peredaran barang terlarang, apalagi sampai membuat warga bersedia melindungi pelaku dari penegakan hukum.
“Jangan karena menerima bantuan, kemudian kita menutup mata terhadap kejahatan narkoba. Jangan karena diberi uang, kita bersedia melindungi bandar. Kita harus berpikir jauh ke depan. Uang yang diterima mungkin habis dalam sehari, tetapi kerusakan akibat narkoba bisa menghancurkan masa depan anak-anak kita,” ujar Ahmad Darwis di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, pemberantasan narkoba membutuhkan keberanian dan kesadaran masyarakat untuk menolak segala bentuk bujuk rayu yang dapat menyeret warga menjadi bagian dari jaringan peredaran narkoba. Masyarakat harus memahami bahwa bantuan materi tidak menghapus dampak buruk narkoba terhadap keluarga, lingkungan dan generasi penerus bangsa.
Ia mengapresiasi komitmen Kapolda Sumut yang mengajak masyarakat bersama-sama melawan narkoba. Namun, ajakan tersebut harus diperkuat dengan gerakan nyata yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik, akademisi, politisi, orang tua dan seluruh unsur masyarakat.
Ahmad Darwis juga mengingatkan bahwa bandar narkoba tidak boleh mendapatkan ruang untuk berlindung di balik hubungan sosial, bantuan ekonomi maupun kedekatan dengan warga. Masyarakat harus berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk keterlibatan dalam peredaran narkoba.
“Kalau ada yang memberikan bantuan, kita harus melihat dari mana sumbernya dan apa tujuannya. Jangan sampai bantuan itu justru membuat kita terikat, kemudian diminta melindungi bandar atau membiarkan narkoba merusak lingkungan kita,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi perlu mendapatkan perhatian dan pemberdayaan agar tidak mudah tergoda oleh iming-iming uang dari jaringan narkoba. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan memperluas edukasi, membuka peluang usaha, serta memperkuat dukungan sosial bagi warga yang membutuhkan.
Ahmad Darwis menegaskan, melawan narkoba bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama. Warga dapat berperan dengan menolak keterlibatan, menjaga lingkungan, mengedukasi keluarga, serta menyampaikan informasi mengenai dugaan peredaran narkoba melalui saluran resmi yang aman.
“Jangan biarkan bantuan sesaat menjadi jalan bagi bandar merusak masyarakat. Jangan biarkan kepentingan pribadi mengalahkan keselamatan generasi. Kita harus berdiri bersama aparat, melindungi anak-anak kita, dan memastikan lingkungan tetap bersih dari narkoba,” tegasnya.
Ia berharap kesadaran tersebut tumbuh di seluruh lapisan masyarakat sehingga tidak ada warga yang bersedia menjadi pelindung bandar narkoba hanya karena iming-iming uang atau bantuan materi.
“Lebih baik hidup sederhana dengan cara yang benar daripada menikmati uang yang membawa kehancuran. Tolak narkoba, jangan lindungi bandar, selamatkan keluarga, dan jaga masa depan generasi bangsa,” pungkas Ahmad Darwis.











