Stabat, (Analisa). Prof Dr Ir H Djohar Arifin Husein mengungkapkan, Langkat pernah mencapai masa kejayaannya sebagai pusat ilmu pengetahuan tempat pelajar dari berbagai belahan pulau di benua Asia menuntut ilmu pengetahuan.
Tercatat sederet nama pahlawan nasional pernah mengecap pendidikan di Langkat. Tanjung Pura merupakan kota pelajar tertua di Indonesia, tempat sederet pahlawan dan tokoh nasional menuntut ilmu pengetahuan, sebut Djohar saat menyampaikan seminar dan bedah buku Sejarah Kesultanan Langkat di Stabat, Rabu (11/3).
Djohar yang menyandang gelar Datok Seri di Kesultanan Langkat saat ini, dalam buku yang ditulisnya mengemukakan rentetan sejarah sejak terbentuknya kesultanan di Langkat dan perkembanganya dari masa ke masa. Awal berdirinya kesultanan Langkat di sebutkannya, sejak Dewa Sahdan mendirikan kerajaan di Langkat pada 1500 hingga 1580.
Masa keemasan Langkat disebutkan Djohar, sejak Langkat dipimpin Sultan Al Haji Musa Alhamdainsyah pada 1887 .Pada masa kepemimpinan Sultan Musa ditemukan ladang minyak di Pangkala Berandan oleh Belanda. Royalti yang diberikan Belanda pada Sultan cukup besar hingga mampu memberikan berbagai pelayanan sosial gratis pada masyarakat.
Namun kepemimpinan Musa tidak lama, tahta diserahkan pada Putra Mahkotanya Sultan Abdul Aziz Jalil Rahkmatsyah pada 1893.
“Pada masa kepemimpinan Sultan Abdul Aziz, Langkat semakin berkembang dan maju dengan berdirinya sekolah maupun madrasah hingga menjadi kota pelajar di bumi nusantara,”sebut Djohar.
Pihak Kesultanan Langkat pada masa itu, lanjut Djohar memberikan kesempatan pada pelajar yang ingin menuntut ilmu pengetahuan ke luar negeri. “Pelajar yang ingin meneruskan pendidikan tinggi di luar negeri, seperti Universitas Al-Azhar di Kairo maupun universitas lainnya di Eropa, dibiayai sultan,” imbuhnya.
Djohar yang juga merupakan putra Melayu kelahiran Tanjung Pura itu berharap, seminar dan bedah buku itu diharapkan dapat membangkitkan semangat masyarakat Langkat untuk dapat kembali bangkit mewujudkan cita-cita Sultan Langkat, yakni berdirinya Maktab (universitas), masjid, dan rumah suluk.
“Cita-cita Sultan ini harus tetap kita wujudkan di Langkat, agar sifat orang Langkat yang taat, jujur, disiplin dan ramah serta bersih pada masa jaman keemasan Langkat kembali terwujud di bumi Langkat,”tegas Djohar.
Dalam seminar dan bedah buku hasil karya Djohar, yang akan dijadikan sebagai bahan mata pelajaran di sekolah- sekolah di Langkat yang dilaksanakan Kementerian Agama Langkat. Hadir Kepala Kementerian Agama Langkat, Drs H Tengku Darmansyah MA dan Kerapatan Adat Kesultanan Langkat dan ratusan masyarakat Melayu Langkat. (als)











