Tapsel, (Analisa). Sebanyak 26 orang warga Dusun Sigiring-giring Dolok, Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mengalami keracunan makanan setelah menyantap sate ayam, Minggu (2/8) sore.
Informasi dihimpun Analisa, Senin (3/8), 19 warga masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sipirok, sedangkan 7 orang lainnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah dan rawat jalan. Sementara pedagang sate, Agussalim Siregar (35) warga Desa Saba Tolang Kecamatan Sipirok telah diamankan pada malam kejadian di Polsek Sipirok.
Menurut salah seorang warga setempat Boru Regar, pada Minggu (2/8) sore, seperti seperti biasa Agussalim membawa jualan sate menggunakan gerobak ditarik sepeda motor mendatangi dusun Sigiring-giring Dolok.
"Dalam tiga tahun terakhir, setiap hari Minggu, sudah merupakan jadwalnya berjualan dan mendatangi kampung kami. Bahkan Agussalim sering menjadi imam salat Zuhur dan Ashar di masjid setempat," ujarnya yang juga ibu salah seorang korban keracunan.
Diungkapkan, sekitar satu jam usai menyantap sate, para korban mulai mengalami mual-mual, pusing, muntah dan mencret. "Paling cepat keracunan adalah anak Balita dan segera dibawa orangtuanya ke bidan desa setempat," katanya.
Hal senada dikatakan, orangtua korban lainnya boru Siagian dan boru Harahap, setelah memakan sate itu anak mereka mengalami pusing, mual, muntah dan mencret.
Melihat jumlah warga yang semakin banyak mengalami sakit serupa, bidan mencurigai ada sesuatu yang janggal.
Kemudian mereka bertiga, dan keluarga korban lainnya menyarankan agar seluruh korban yang keracunan itu dibawa ke rumah sakit. Camat Sipirok, Parlindungan Harahap mengatakan, pihaknya sudah langsung mengkoordinasikan pengobatan para korban ke RSUD.
"Selain pihak RSUD Sipirok, kita juga mengkordinasikan kejadian ini ke pihak Polsek Sipirok dilanjutkan ke Polres Tapsel yang sudah mengambil sampel sate dan muntahan para korban untuk diteliti di Laboratorium Reskrim Polda Sumut," katanya.
Kepala RSUD Sipirok, dr Meini Basyariah, menyebut korban tiba di rumah sakit secara berangsur mulai pukul 17.30 WIB. Pihaknya memberi pertolongan intensif dengan mengerahkan semua tenaga medis dan paramedis.
"Sekira pukul 23.00 WIB tujuh orang sudah mulai sembuh dan diperbolehkan berobat jalan," sebutnya.
Tanggung Biaya
Bupati H Syahrul M Pasaribu disela-sela menjenguk para korban keracunan menegaskan, Pemkab Tapsel menanggung seluruh biaya perobatan.
"Mari kita ambil hikmah dibalik kejadian ini. Kedepannya jaga dan pantau penuh apa saja makanan yang dikonsumsi anak-anak kita. Saya yakin tidak ada unsur kesengajaan pada kejadian ini," katanya.
Kepada para pedagang Syahrul meminta agar, dalam menggunakan gerobak dan kereta berkeliling kampung dapat menjaga kualitas barang dagangannya. "Amati dengan teliti bahan makanan yang akan diolah dan dijual. Jangan sampai menjual bentuk makanan yang kadaluarsa," imbuhnya.
Menanggapi bantuan yang diberikan Pemkab Tapsel, para orangtua korban terharu, menangis dan berulangkali menyalami Syahrul. "Kami tidak menyangka, ternyata Bapak Bupati juga ikut berduka. Terimakasih atas perhatian bapak," ucap Lisa salah seorang ibu korban.
Kepada Bupati Tapsel, semua orangtua korban yang ditemui di RSUD Sipirok, meminta agar Agussalim Siregar selaku pedagang sate jangan sampai ditangkap atau ditahan Polisi. Mereka merasa kejadian ini bukan kesengajaan dan hanya kebetulan naas saja. (hih)











