Singapura, (Analisa). Sebagian besar mata uang Asia beringsut lebih rendah terhadap dolar AS, Jumat (18/11), memperpanjang kemerosotan mingguan setelah Fed mengisyaratkan penaikan suku bunga (rate) dalam waktu dekat.
Hal itu mengintensifkan kerisauan tentang pelarian modal dari wilayah tersebut ke AS.
Yellen mengatakan dalam testimoninya pemilihan Donald Trump sebagai Presiden AS tidak berdampak terhadap rencan Fed untuk menaikkan rate.
Komentarnya bersamaan dengan data ekonomi yang solid mendorong dolar ke level tertinggi 13,5 tahun terhadap sekeranjang mata uang utama.
Jeong My-young, Kepala riset di Seoul mengemukakan, Yellen hampir memastikan rate naik pada Desember.
Saat yang sama, ia lebih hawkish lebih dari sebelumnya.
Pada perdagangan Jumat, yuan merosot karena Bank Sentral Tiongkok menetapkan tingkat bimbingan harian lebih rendah.
Ringgit melingsir setelah harga obligasi pemerintah turun meskipun Bank Sentral Malaysia mengeluarkan langkah terbaru guna menopang valuta itu.
Mata uang ini memimpin pelemahan mingguan valuta Asia, turun 2,9 persen terhadap greenback sejauh pekan ini.
Peso melingsir ke level terendah sejak krisis keuangan global.
Dolar Singapura melemah 0,9 persen sejauh ini karena data ekspor Oktober meningkatkan risiko resesi dan peluang stimulus moneter.
Rupiah melingsir akibat ekspektasi penaikan Fed rate.
Pada awal perdagangan rupiah dibuka pada level 13.370.
Pada pukul 10.00 rupiah berada pada level 13.415.
Di akhir perdagangan rupiah berada pada tingkat 13.425, melemah dari 13.370, level sebelumnya.
Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:
Dolar Singapura: 1,4265, turun dari 1,4169
Dolar Taiwan: 31,98, turun dari 31,88
Won Korea: 1.180,80, turun dari 1.176,53
Baht Thailand: 35,59, turun dari 35,43
Peso Pilipina: 49,70, turun dari 49,43
Rupee India: 68,08, turun dari 67,88
Ringgit Malaysia: 4,4090, turun dari 4,3850
Yuan Tiongkok: 6,8899, turun dari 6,8697
Di Tokio, yen melemah terhadap dolar AS setelah Bank Sentral Jepang (BoJ) menawarkan pembelian obligasi tanpa batas.
Pasar menilai BoJ serius dalam menjaga imbal hasil (yield) obligasi pada nol persen guna mengontrol kurva yield dan mempertahankan biaya pinjaman tetap rendah.
Di sisi lain, pelemahan mata uang Jepang ini diperparah oleh pernyataan Janet Yellen yang memicu dolar bergelora.
Dolar AS terakhir tercatat 110,67 yen, naik
dari 110,60 yen sebelumnya.
Di London, euro melemah terhadap dolar AS usai jajak pendapat para ekonom menyebutkan pertumbuhan ekonomi euro akan melaju moderat selama tahun mendatang.
Apalagi sejak Inggris memilih berpisah dengan Uni Eropa.
Kendati Fed kian mungkin menaikkan rate bulan depan, Bank Sentral Eropa tampaknya akan terus mencari cara lain guna mengumumkan pelonggaran kuantitatif melewati Maret 2017.
Kurs dolar AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:
Yen Jepang: 110,01 naik dari 109,50
Franc Swiss: 1,0075 naik dari 1,0070
Dolar Kanada: 1,3505, naik dari 1,3500
Sterling terhadap dolar: 1,2334, turun dari 1,2339
Euro terhadap dolar: 1,0625, turun turun 1,0670
HARGA EMAS
Di Comex New York, harga emas turun pada pembukaan Jumat.
Kontrak November diperdagangkan pada level $1.216,50 per ounce, naik $3,00.
Harga spot kitco pada pukul 13.37 GMT (20.37 WIB) tercatat $1.215,10 per ounce, melemah 0,18%.
Di London, harga emas mencapai tingkat terendah akibat ekspektasi penaikan Fed rate.
Kepemilikan emas di SPDR Gold Shares turun 5,6 ton pada Kamis. Kepemilikan emas telah merosot hampir 30 ton sejak pemilu AS.
Saat banyak analis meyakini kebijakan ekonomi Trump akan menyeret harga emas, analis Macquarie Matthew Turner mengemukakan dalam sebuah catatan ia tidak yakin kebijakan ekonomi Trump akan berdampak negatif terhadap emas.
Di London, harga emas $1.205,76 per ounce, turun 0,8 persen dari penutupan sebelumnya di New York.
Harga perak tercatat $17,04 per ounce, merosot 1,1 persen dibanding sebelumnya.
Di Singapura, harga emas turun 1 persen usai komentar Yellen mengenai Fed rate.
Brian Lan, Direktur Pengelola di dealer emas GoldSilver Central mengemukakan, komentar Yellen dan penguatan dolar AS menggerus daya tarik emas.
Emas akan berada di bawah downtrend untuk saat ini. Orang-orang berspekulasi kebijakan Trump akan meningkatkan perusahaan dan pasar ekuitas.
Para investor akan melepas saham dan mata uang. Emas kehilangan statusnya sebagai aset safe haven.
Di Singapura, harga emas $1.205,75 per ounce, melemah 0,84 persen dari penutupan sebelumnya di New York.
Di Tokio, kontrak benchmark Desember 2016 mencapai 4.287 yen per gram, turun 4 yen dari penutupan sebelumnya.(Rtr/AP/AFP/ant/dyt)










