Silalahi Paropo Diterjang Banjir Bandang

silalahi-paropo-diterjang-banjir-bandang

Sidikalang, (Analisa). Banjir bandang menerjang Desa Silalahi-Paropo Kecamatan Silalahi Sabungan, Minggu (10/11). Bencana banjir tersebut merusak jembatan dan lahan pertanian warga.

Ketua Badan Permusyaratan Desa Paropo 1, Juhari Manihuruk (35) mengatakan, jembatan yang rusak salah satunya jembatan Hutauruk di kawasan  pertanian sekaligus penghubung antardusun. Kondisi jembatan   hancur dihantam gelombang  air yang cukup  besar dan deras. Air bercampur lumpur serta kayu bulat  juga  me­nutup permukaan  badan lahan.   Penduduk menye­butkan, luapan air yang cukup besar itu mirip air bah.

“Menakutkan! Jalan dan jembatan hancur!” jelas Juhari. Luapan itu juga membelah lahan hingga selebar 20 meter. Aliran sungai yang sehari-hari kecil, tiba-tiba jadi melebar.

Harman Rumasingap (35) warga Desa Paropo me­ngatakan, aliran air dari kawasan hutan di sebelah hulu meluap. Belum bisa dihitung luas areal lahan pertanian yang mengalami kerusakan. Warga setempat telah me­ninggalkan areal pertanian guna mencegah kemung­kinan terburuk.

Sementara itu, luapan serupa tampak di Aek (Sungai) Sibola Huta perbatasan Desa Silalahi 1 dengan Silalahi 3.   

Kondisi ini dibenarkan Kepala Desa Silalahi 3, Rincon Situngkir. Disebutkannya, banjir melanda permukiman masyarakat. Laporan sementara menyebutkan tidak ada korban jiwa. Namun peristiwa alam sedemikian amat jarang terjadi. “Penyebab utama, curah hujan tinggi,” kata Rincon Situngkir.

Selain di Silalahi-Paropo, diperoleh kabar,  longsor terjadi di ruas badan jalan Lae Pondom. Para pengemudi tujuan Medan terpaksa mengalihkan perjalanan melalui Silalahi-Paropo ke Tongging dan Merek yang menam­bahkan jarak tempuh sekaligus waktu tempuh. (ssr)

()

Baca Juga

Rekomendasi