Pupuk Bersubsidi Langka di Tanjung Beringin Sergai, Petani Cemas Ancam Gagal Panen

Pupuk Bersubsidi Langka di Tanjung Beringin Sergai, Petani Cemas Ancam Gagal Panen
Pupuk Bersubsidi Langka di Tanjung Beringin Sergai, Petani Cemas Ancam Gagal Panen (Analisadaily/Zainal Abidin)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai — Petani di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), tengah menghadapi masa-masa sulit.

Pasalnya, kelangkaan pupuk bersubsidi jenis Ponska dan Urea melanda sejumlah kios pengecer di daerah tersebut, salah satunya dirasakan langsung oleh petani di Desa Tebing Tinggi (Dungun).

Kondisi ini membuat para petani resah lantaran tanaman padi mereka terancam terlambat mendapatkan asupan nutrisi yang tepat, yang berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen musim ini.

Keluhan ini salah satunya datang dari Mamak Melati Br. Hutagaol (42), seorang warga setempat. Ia mengaku kesulitan mencari pupuk bersubsidi jenis Ponska, sehingga tanaman padi miliknya yang kini telah memasuki usia 21 hari terpaksa belum bisa dipupuk sesuai jadwal.

"Sudah beberapa kali kami mencari ke kios pupuk, tetapi pupuk ponska belum tersedia, akibatnya padi kami belum dipupuk," keluhnya pada Senin (20/7/2026).

Senada dengan Mamak Melati, petani lainnya bernama Idrus (48) juga mengalami nasib serupa. Meskipun sudah mendatangi kios resmi yang ditunjuk oleh kelompok taninya, ia tetap tidak berhasil mendapatkan pupuk Urea maupun Ponska. Padahal, usia tanaman padi miliknya sudah menginjak 15 hari.

Keterlambatan pemupukan ini dikhawatirkan membuat pertumbuhan tanaman padi menjadi kurang optimal, tampak kerdil (kuntet), dan berujung pada penurunan drastis hasil panen.

Melihat kondisi yang kian mendesak, para petani di Desa Tebing Tinggi mendesak Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, khususnya Dinas Pertanian, untuk segera turun tangan menstabilkan dan mendistribusikan ulang pupuk bersubsidi ke wilayah mereka.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kecamatan Tanjung Beringin, Zulkarnaen Nasution, melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa kelangkaan ini terjadi akibat keterbatasan alokasi kuota yang ada.

"Saat ini pupuk bersubsidi mengalami keterbatasan alokasi. Kami sudah mengajukan permohonan re-alokasi maupun penambahan alokasi kepada dinas terkait. Prosesnya sedang berjalan dan saat ini kami masih menunggu," ungkap Zulkarnaen.

Ia berharap permohonan penambahan alokasi pupuk bersubsidi tersebut dapat segera disetujui dan direalisasikan dalam waktu dekat, sehingga kebutuhan para petani selama musim tanam ini bisa tercukupi dengan baik.

(BAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi