PT AR dan BPBD Tapsel Perkuat Kesiapsiagaan Bencana (HIH)
Analisadaily.com, Batang Toru - PT Agincourt Resources (AR), operator Tambang Emas Martabe, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar Pelatihan Penyegaran Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) dan Kesiapsiagaan Bencana Banjir serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sopo Daganak, Batang Toru, Rabu (23/9).
Kegiatan yang mengusung tema “Tingkatkan Kesiapsiagaan, Perkuat Respons: Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana” tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (23-24/9), dan diikuti 220 peserta dari 22 desa di Kecamatan Batang Toru, Muara Batang Toru dan Angkola Sangkunur.
Manager Community Relations PTAR, Masdar Muda Hasibuan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut evaluasi sistem peringatan dini yang telah diterapkan sebelum terjadinya banjir pada November 2025.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat semakin memahami sistem peringatan dini, mengenali tanda-tanda bencana, serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” ujar Masdar.
Dijelaskannya, setiap desa mengirimkan 10 perwakilan untuk mengikuti pelatihan. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar kebencanaan, evaluasi penerapan EWS sebelum banjir November 2025, indikator peringatan dini, alur informasi, komunikasi risiko, serta simulasi EWS dan evakuasi.
Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat dan penanganan Karhutla, seperti pemetaan risiko dan jalur evakuasi, penyusunan rencana kontinjensi desa, pembagian peran saat keadaan darurat, praktik aktivasi EWS, sosialisasi kebijakan penanganan Karhutla hingga simulasi lapangan dan evaluasi.
Camat Batang Toru, Mara Tinggi, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kesiapsiagaan perlu terus diperkuat mengingat wilayah Batang Toru memiliki kawasan gambut yang berpotensi mengalami kebakaran lahan apabila tidak diantisipasi.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di masing-masing desa, terutama dalam menyiapkan lokasi evakuasi dan membentuk tim siaga yang mampu bergerak cepat ketika terjadi bencana.
“Peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana banjir maupun kebakaran harus terus diperkuat. Masyarakat perlu mengetahui tanda-tanda bencana, langkah evakuasi yang tepat, serta pihak yang harus dihubungi ketika membutuhkan bantuan,” katanya.
“Harapan kita, setiap desa dan dusun memiliki titik evakuasi yang jelas serta tim siaga yang mampu memberikan pertolongan secara cepat untuk meminimalkan korban,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapsel, Zulkarnain, mengatakan luas wilayah Tapsel dengan banyaknya desa dan kelurahan membutuhkan kesiapsiagaan yang kuat dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap potensi bencana menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan korban saat terjadi keadaan darurat.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi bencana yang dapat terjadi kapan saja,” katanya.
Zulkarnain juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun penebangan liar yang dapat memicu terjadinya bencana.
(HIH/BR)