Hewan Ternyata Bisa Mengobati Dirinya Sendiri

Seorang biolog kawakan, Cindy Engel pernah mengatakan pada  “Wild Health”, ada kemungkinan kuat bahwa hewan mempunyai kebiasaan mengobati dirinya sendiri. Malah ini alami.

Nada yang sama dikemukakan pula oleh para tabib di Afrika Tengah dan Amerika Selatan. Kata mereka, hewan mempunyai kemampuan memilih tanaman tertentu untuk mengatasi berbagai gangguan pada tubuhnya. Misalnya dengan mengamati seekor landak yang sakit perut, yang ditandai dengan adanya kelainan pada kotorannya.

Hanya mereka tidak menjelaskan, hewan mana saja? Untuk membuktikan bahwa setiap hewan mempunyai kemampuan untuk mengobati dirinya tentu memerlukan penelitian lebih lanjut serta dengan sampling signifikan.

Contoh Hewan Lainnya adalah Simpanse

Tahun 1987 Michael Huffman, peneliti dari institut riset primata di Kyoto, Jepang, bersama asistennya dari Afrika, Mohammed Kalunde, mengamati perilaku sebuah kelompok Simpanse.

Mereka mengamatinya di pegunungan Mahale di barat laut Tanzania, serta mencermati adanya beberapa kera berpenyakit cacingan.

Sebagai peneliti primata, keduanya tentu saja tidak merasa jijik memeriksa kotorannya.

Penelitian atas kotoran antara lain untuk mengetahui jenis makanan serta penyakitnya.

Dari situlah ditemukan adanya beberapa ekor Simpanse berpenyakit cacingan, yaitu setelah ditemukannya cukup banyak telur cacing dalam kotorannya.

Suatu hari, beberapa ekor Simpanse yang diketahui cacingan, memotong dahan sejenis pohon berasa pahit dan beracun keras, kemudian memakannya beberapa kali sehari dalam porsi relatif kecil.

Katanya, tanaman tersebut juga dimanfaatkan penduduk setempat untuk mengobati penyakit cacingan.

Beberapa hari kemudian, keduanya mengamati simpanse pulih secara perlahan.

Penelitian lanjutan pada kotoran simpanse menunjukan jumlah telur cacing yang berkurang secara drastis.

Tentu saja para penelitia itu bertanya, apakah kemampuan memilih tanaman obat itu hanya insting? Apakah karena diturunkan/ditiru dari induk dan rekannya? 

Di tempat lain tampak simpanse mencabut daun tanaman tersebut dan menghancurkannya dengan tangan, lalu dikunyah sebelum ditelan. Daun itu tak punya atau hanya sedikit nilai nutrisinya, maka satu – satunya alasan simpanse memakan daun itu karena nilai pengobatannya. Teori ini didukung fakta simpanse seperti merasakan pahitnya daun tersebut karena wajahnya mengernyit saat makan dan menunjukkan tanda – tanda tak senang lain untuk rasa daun yang tak enak.

Peneliti lainnya, Dian Fossey, pernah melaporkan perilaku Gorilla mengobati sendiri lukanya akibat perkelahian. Hewan ini memamah beberapa jenis daun, kemudian menempelkannya pada luka.

Penelitian lebih lanjut mengindikasikan, tanaman itu juga digunakan penduduk setempat sebagai obat.

Selain ketiga hewan tersebut, perilaku sama pun terjadi pada kucing dan anjing, liar maupun. Tindakannya memang sering tidak lazim. Misalnya, memakan beberapa jenis daun, meskipun keduanya masuk carnivora alias pemakan daging.

Berdasarkan penelitian, keduanya memakan rumput jika tersedak makanan atau bulu, bisa dimuntahkan kembali. Jenis tumbuhan itu diduga telah menolong kucing atau anjing untuk mengusir cacing dalam perutnya.

Ilmuwan itu mengatakan, jika hewan dalam sebuah kelompok semuanya sehat, reproduksi akan berlangsung lancar. Namun jika banyak yang sakit, kelompok hewan itu terancam musnah. Karenanya, hewan menarik keuntungan dari alam, yaitu dengan cara mencari tumbuhan serta menghilangkan penderitaannya. 

Perilaku ini ditiru oleh oleh anaknya masing-masing. Jadi jika ada Simpanse atau Gorilla yang sakit cacingan, tetapi tidak mencoba memakan berbagai tumbuhan tertentu, berarti hewan bersangkutan tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan maupun kelompoknya.

Memang mengobati diri sendiri pada hewan bukan berarti mereka memiliki kesadaran untuk mencari tanaman tertentu dengan kandungan senyawa tertentu pula. 

Sambil guyon, seorang peneliti mengatakan bahwa hewan bukan sosok tabib atau tukang jamu. Instink merekalah penuntunnya, yaitu untuk mencari tanaman yang mampu mengurangi penderitaannya.  (nsr/bbs)

()

Baca Juga

Rekomendasi