Banda Aceh, (Analisa). Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menyesalkan terjadinya pelanggaran syariat Islam dalam pelaksanaan konser musik artis lokal Aceh, Zuhdi atau lebih dikenal Ady Bergek yang digelar di Taman Ratu Safiatuddin, Lampriek, Sabtu (12/3) malam.
Pada konser yang disaksikan ribuan warga dari luar dan dalam Kota Banda Aceh itu, terlihat jelas pelanggaran syariat Islam. Yaitu bercampurnya penonton laki-laki dan perempuan yang berdesak-desakan tanpa ada pagar pembatas.
Selain itu, pelaksanaan konser Ady Bergek tersebut juga tidak sepengetahuan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, meski mendapat izin dari pihak keamanan di ibukota Provinsi Aceh itu.
“Kita menyesalkan pelaksanaan konser Ady Bergek tersebut menyebabkan terjadinya pelanggaran syariat Islam, akibat ketidakmampuan pihak panitia dalam memenuhi ketentuan syariat yang telah ditetapkan oleh Pemko,” ujar Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, Minggu (13/3).
Di sisi yang lain, sebenarnya pihaknya di legislatif juga menerima masukan dari elemen masyarakat seperti kalangan ulama, ormas Islam, dan tokoh masyarakat yang meminta agar pelaksanaan konser melanggar syariat seperti itu tidak dilaksanakan di Banda Aceh.
Farid menyebutkan, hasil konfirmasi yang dilakukan ke instansi terkait, khususnya Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) Kota Banda Aceh yang mengeluarkan izin dan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) yang berada di lokasi acara konser, sudah berusaha untuk mengarahkan panitia agar taat pada ketentuan yang telah disampaikan pada saat pengurusan izin, namun panitia tidak mampu memenuhinya karena membludaknya jumlah penonton konser.
Seharusnya, Pemko Banda Aceh bertindak tegas terhadap event organizer (EO) pelaksana sebuah kegiatan seperti konser yang melibatkan banyak massa. Terlebih jika kegiatan tersebut kurang mendukung visi atau program pemerintah dalam penegakan syariat Islam.
“Iya, itu menandakan pihak panitia tidak siap. Seharusnya mereka sudah memprediksikan massa yang akan hadir, karena itu kita berharap agar pemerintah lebih selektif dalam memberikan izin pelaksanaan kegiatan keramaian, khususnya yang berpotensi menimbulkan pelanggaran syariat,” jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Terhadap pihak panitia yang tidak mampu memenuhi ketentuan aturan syariat Islam, sebaiknya Pemko Banda Aceh tidak perlu memberikan izin lagi untuk menggelar kegiatan di malam hari. Agar kejadian seperti ini tidak terus berulang, Farid mendesak Pemko Banda Aceh perlu segera menyusun regulasi terkait izin keramaian. Aturan tersebut bisa berbentuk Peraturan Walikota (Perwal) yang mengatur tentang SOP pelaksanaan kegiatan keramaian serta memuat sanksi bagi pelanggarnya.
Apresiasi
Hal senada juga juga disampaikan Irwansyah, Anggota DPRK Banda Aceh lainnya. “Sebenarnya kita apresiasi usaha dan ikhtiar pihak Pemko Banda Aceh, tapi memang belum berjalan maksimal. Saya sudah komunikasi dengan Kepala KPPTSP dan disampaikan instruksi sudah diberikan kepada EO agar membuat pagar pemisah antara penonton laki-laki dan perempuan. Tapi kenyataannya tidak dapat dijalankan secara maksimal karena jumlah penonton sangat membludak,” katanya.
“Kepala KPPTSP bahkan hadir langsung di lokasi semalam. Jadi untuk ikhtiar yang sudah dilakukan, kita beri apresiasi. Tapi memang belum maksimal. Ke depan saya pikir harus dikeluarkan semacam regulasi terkait izin keramaian. Bisa dalam bentuk Perwal agar lebih cepat. Di Perwal itu, harus semakin ketat diatur ketentuannya, seperti harus ada izin MPU, harus ada pagar pemisah, dan ada sanksi tegas terhadap EO tidak taat aturan,” katanya.
Seperti diketahui, ribuan masyarakat menyaksikan konser Ady Bergek di Taman Ratu Safiatuddin, Lampriet, Banda Aceh, Sabtu (12/3) malam. Konser tersebut disambut antusias masyarakat yang berasal dari luar dan dalam kota Banda Aceh. Pria kelahiran Gampong Alue Dua, Panton Labu 14 Juni 1992 itu, tampil menggunakan kostum serba hitam saat menghibur para penonton.
Walaupun harus berdesak-desakan antara laki-laki dan perempuan, para penonton tetap sabar menunggu sampai berakhirnya untuk melihat secara langsung aksi penyanyi idola mereka, diawali lantunan lagu “Boh Hate”
Turut hadir mengisi acara malam itu, Sabirin Lamno, A. Bakar AR, grup lawak Baygon dan beberapa artis lokal lainnya. Konser itu merupakan serangkaian roadshow Ady Bergek di Aceh, yang sudah dimulai sebulan lalu untuk memenuhi permintaan fans di 23 kabupaten/kota se-Aceh. (mhd)











