Oleh: Sofyan. Allah swt. Maha Kaya, kekayaan-Nya seluas langit dan bumi, lalu Dia anugerahkan kepada manusia maka manusiapun akhirnya memiliki kekayaan yang banyak, punya kendaraan, uang berlebih, tanah luas, rumah bertingkat dan kekayaan yang lain. Ketika nikmat pemberian Tuhan berada dalam genggaman manusia maka kewajiban kita hanya satu yakni mensyukuri nikmat tersebut dengan kebaikan dan salah satu kebaikan yang dianjurkan kita laksanakan di bulan Zulhijjah ini adalah menyembelih hewan kurban,”inna a’taina kal kausar, fasalli lirabbika wanhar” (Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka shalatlah karena Tuhanmu dan sembelihlah kurban). Sesungguhnya mereka yang menyembelih kurban dijanjikan Tuhan menjadi orang kaya dan kekayaan yang diberikan Tuhan kepada mereka yang berkurban amat banyak, antara lain:
Memiliki Hewan Kurban
Rasulullah menjelaskan dalam sabdanya,”Dari Aisyah, Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari Raya qurban yang lebih dicintai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibn Majah dan Tirmidzi).
Allah swt. menunjukkan kekuasaan-Nya kepada mereka yang berkurban, dimana hewan kurban yang sudah disembelih dan diniatkan untuk Allah akan dihidupkan kembali dan mereka akan mendatangi orang-orang yang berkurban lengkap dengan bulu, tanduk, kuku dan lain-lain. Tuhan Maha Adil , Dia ingin menguji keimanan seorang Muslim yang memiliki rezeki berlebih, Dia membalas kebaikan dan pengorbanan kita dengan menyerahkan kembali hewan kurban tersebut. Bayangkan jika seumur hidup kita 40 kali berkurban niscaya hewan itu akan kembali lagi kepada yang berkurban.
Kaya Amal Kebaikan
Dalam Islam mereka yang berbuat kebaikan akan dibalas Tuhan dengan berlipat ganda, sebagaimana Alquran telah menjelaskan keutamaan sedekah,”wallahu yudaifu liman yasya” bahwa Allah swt. akan membalas dengan melipatgandakan kebaikan sedekah. Begitu juga dengan ibadah kurban, Rasulullah saw. menegaskan bahwa mereka yang berkurban akan memperoleh kebaikan-kebaikan yang sangat banyak, sebagaimana sabdanya,”Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata bertanya, “Wahai Rasulullah saw, apakah kurban itu?” Beliau menjawab, “Kurban sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab, “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan kurban itu?” Rasulullah menjawab, “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan ibn Majah).
Tuhan memberikan keberuntungan dan kekayaan berlebih kepada kita yang berkurban, bisa kita bayangkan kalau satu helai bulu hewan kurban sama dengan satu kebaikan, tentu tidak bisa terhitung berapa banyak bulu hewan kurban yang melekat di badannya. Segitulah kebaikan-kebaikan yang diberikan Allah kepada kita, subhanallah.
Kaya Teman karena Menggembirakan Orang Lain
Banyak orang yang meneriman daging kurban, seperti fakir miskin, sanak famili, tetangga dan lain-lain, tentu ada diantara mereka yang sangat memprihatinkan hidupnya, jangankan memakan daging, terkadang membeli beras untuk kebutuhan makan sehari-hari saja mereka tidak mampu. Maka dengan kemurahan hati orang-orang yang berqurban mereka turut merasakan nikmatnya menyantap sepotong daging, makanan orang kaya yang kadangkala harganya tidak terjangkau oleh mereka untuk dibeli dan di sini kita merasa banyak teman dan sahabat-sahabat yang berkumpul pada hari penyembelihan.
Satu kebahagiaan tiada tara dirasakan oleh kaum Muslimin di hari besar yang agung ini, mereka dapat makan, minum dan beribadah kepada Tuhan, “Hari Raya Kurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah.” (HR. Muslim). Tentu sebuah prestasi ibadah yang menggembirakan, manakala kita mampu berbagi rasa, menyenangkan serta menggembirakan hati orang lain dengan berkurban.
Ditambah Rezekinya oleh Allah
Tidak terhitung nikmat Tuhan yang telah diberikan kepada manusia, hanya orang yang bersyukurlah yang akan mengucapkan terimakasih kepada Yang Maha Kuasa. Alquran telah menegaskan bahwa ahli syukur adalah hamba Tuhan yang mendapatkan anugerah-Nya, diantara sekian banyak hamba Tuhan yang lain dan Allah tidak akan menyiksa mereka yang bersyukur dan beriman kepada-Nya,”Mengapa Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha mensyukuri lagi Maha Mengetahui” (QS. An-Nisa 147). Ayat lain menegaskan… Tidakkah Allah lebih Mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur kepada-Nya? (QS. Al-An’am 53).
Mereka yang bersyukur senantiasa memuji Zat yang memberi nikmat atas hal ma’ruf yang Dia karuniakan kepadanya, mereka selalu berzikir, beribadah dengan penuh ketaatan, kekhusyuan mengikuti perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Itulah implementasi kesyukuran mereka kepada Allah Sang Pemberi Nikmat dan mereka yang berkurban adalah orang-orang yang memiliki rasa syukur atas nikmat berlebih yang dikaruniakan Tuhan.
Tidak sedikit orang yang mampu namun enggan berqurban dengan berbagai dalih dan alasan, padahal rumahnya bertingkat, harta berlipat-lipat, mobil cantik mengkilat, perabotan rumah yang mewah dan serba lux namun dia tidak mampu untuk membeli seekor domba yang harganya lebih murah dari harta yang dimiliki.
Penulis cukupkan sampai di sini tentang kekayaan yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka yang berkurban, masih banyak kekayaan lain yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, penulis mengajak kita semua untuk segera berkurban agar kita menjadi Muslim yang kaya di akhirat.
Kurban Untuk Allah
Kurban termasuk ibadah dan ibadah tidak akan diterima Allah jika tidak diniatkan mencari ridha-Nya. Maka jika kita diberi kesempatan oleh Allah berkurban tahun ini jauhkanlah unsur riya maupun sum’ah di dalamnya. Kita tidak akan mendapatkan kebaikan yang banyak, tidak akan memperoleh hewan kita kembali, dan mungkin saja karunia Tuhan tidak bertambah jika terselip unsur lain selain ikhlas lillah.
Maka luruskan niat dan ucapkanlah nama Allah ketika menyembelih hewan qurban untuk membedakan praktek qurban yang dilakukan orang-orang Musyrik terdahulu, karena mereka menyembelih hewan qurban namun tidak menyebut nama Tuhan. Sebagaimana ditegaskan dalam Quran bahwa perbuatan mereka sangat tercela,” Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan tersebut adalah suatu kefasikan” (QS. Al-An’am 21).
Akhirnya masih banyak hewan kurban yang tersedia, masih ada waktu untuk berkurban maka segeralah putuskan untuk ikut serta dalam berkurban. Ingat pesan Rasulullah saw.” Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Wallahu a’lam
Penulis dosen STAI Darularafah Deli Serdang Sumut











