Jejak Kakinya Ditemukan di Korsel

Dinosaurus Terkecil Seukuran Burung Gereja

dinosaurus-terkecil-seukuran-burung-gereja

PALEONTOLOGI atau pa­laeon­tologi adalah ilmu yang mem­pe­lajari kehidupan praak­sara. Pa­leontologi mencakup studi fosil untuk menentukan evolusi suatu organisme dan interaksinya de­ngan organisme lain dan ling­ku­ngan­nya (paleoekologi).

Pengamatan paleontologi telah di­dokumentasikan sejak abad ke-5 Sebelum Masehi. Sains paleontology berkembang pada abad ke 18 ketika Georges Cu­vier mela­ku­kan anatomi komparatif, dan ber­kembang secara cepat pada abad ke 19.

Paleontologi berada pada batas antara biologi dan geologi, namun berbeda dengan arkeologi karena paleontologi tidak memasukkan kebudayaan Homo sapien mo­dern. Paleontologi kini mendaya­guna­kan berbagai metode ilmiah dalam sains, mencakup biokimia, mate­matika, dan teknik.

Penggunaan berbagai metode ini memungkinkan paleontologi untuk menemukan sejarah evolu­sioner kehidupan, yaitu ketika bu­mi menjadi sesuatu yang mampu me­ndukung terciptanya kehi­du­pan, sekitar 3.800 juta tahun silam.

Dengan pengetahuan yang terus meningkat, paleontologi kini memiliki subdivisi yang terspesia­lisasi, beberapa fokus pada jenis fosil tertentu, yang lain mempe­lajari sejarah lingkungan dalam pa­leoekologi, dan yang lain mem­pe­lajari dalam iklim dalam pa­leoklimatologi.

Seiring perjalanan waktu, ko­lek­sinya yang berhubungan de­ngan dinosaurus kembali ditam­bahkan pada dunia pa­leontology. Kali ini, temuan ini bukan terbesar atau tertua, me­lainkanterkecil. Hal tersebut di­buktikan dengan pe­nemuan jejak kaki yang hanya be­rukuran se­besar satu sentimeter di Jinju City, Korea Selatan (Korsel).

Peneliti memperkirakan bah­wa temuan ini berasal dari 110 juta tahun sila m, ketika dinosaurus, ma­malia, dan burung berbagi tem­pat di Bumi.

Lokasi itu memang sudah mem­berikan banyak temuan ter­kait makhluk hidup zaman Cre­taceous atau zaman kapur, mulai dari bu­rung hingga ma­malia. Namun, para peneliti menyebut bahwa pene­muan tersebut ter­catat sesuatu yang berbeda.

Dro­maeosauriformipes rarus

"Jejak kaki baru ini hanya beru­kuran satu sentimeter. Ini berarti di­nosaurus yang mudah dipegang dengan tangan Anda. Ini tergolong jejak dinosaurus terkecil di dunia," ucap Dr. An­thony Romilio dari Uni­versity of Queensland.

Bila dilihat dari ukuran panjang jejak kaki dinosaurus tersebut, tim peneliti menduga bahwa ukuran tubuh dinosaurus itu hanya se­besar burung gereja. Jejak itu juga di­duga milik dinosaurus sejenis raptor, dikarenakan terlihat dari tiga kakinya yang bercabang.

Walaupun demikian, tim pe­neliti masih belum yakin apakah jejak kaki tersebut milik raptor de­wasa atau raptor bayi. Meski be­gitu, dugaan terkuat saat ini jejak kaki tersebut milik raptor yang ma­sih anak-anak.

Bukan tanpa alasan, jejak kaki sejenis juga ditemukan di sekitar lokasi tersebut. Hanya saja jejak-jejak ini berukuran lebih besar. Me­nurut Romilio, seandainya ben­tuk jejak kaki yang sama persis seperti itu ditemukan lebih ba­nyak, ma­ka dugaan akan lebih me­­ngarah kepada dinosaurus berusia dewasa.

"Kami telah mengetahui raptor kecil dari tulang fosil yang dite­mu­kan di Tiongkok. Fosil tulang raptor dewasa kecil yang disebut Microraptor berukuran kaki seki­tar 2,5 sentimeter. Sayang­nya, mes­kipun Microraptor sangat ke­cil, ukuran tersebut masih ter­lalu besar untuk jejak yang kami temu­kan di Korsel. Jadi mungkin ini lebih condong pada bayi raptor," jelas Romilio.

Jejak dinosaurus kecil tersebut pertama kali ditemukan Profesor Kyung Soo Kim dari Chinju Natio­nal University of Education, Kor­sel, ketika dia tengah mencari buk­ti-bukti warisan budaya untuk me­nyelamatkan dan melestarikan Jinju dari pembangunan yang saat ini sedang berlangsung.

“Untuk saat ini, temuan jejak ka­ki tersebut diberi nama Dro­mae­o­sauriformipes rarus, yang berarti 'jejak kaki langka'. Asal ka­tanya berasal dari anggota ke­luarga raptor yang dikenal sebagai Droma­e­osaurus," ucap Kyung Soo Kim.

Penemuan tersebut sudah diter­bitkan dalam jurnal Scientific Reports dan melibatkan beberapa pe­neliti dari berbagai negara seperti Korsel, AS, Tiongkok, Spanyol, dan Australia. (ngi/fsc/msc/es)

()

Baca Juga

Rekomendasi