Oleh: Rhinto Sustono
SIAPA bilang batu akik tak lagi menaik? Buktinya, meskipun pasar batu akik tidak seramai beberapa tahun lalu, namun perdagangan batu akik tidak pernah mati. Memang tak dijual di lapak-lapak pinggir jalan atau toko khusus, tapi penjualan melalui online (dalam jaringan/daring).
Bahkan nama-nama akik nusantara juga kian beraneka. Yang pasti jika dulunya banyak dikenal pecinta dan kolektor akik misalnya jenis bacan doko, kalsedon, kalimaya, safir, topaz, sungai dareh, kecubung, bio solar, lumut, garut, dan lainnya. Kini meski nama-nama akik itu tidak sirna, namun malah diperkaya dengan sebutan jenis lainnya.
Sebut saja natural green moldavite, cendana plat merah, garut urat tembaga, garut tembaga kristal, bulu merak tiga dimenasi, dan sebagainya. Meski terkesan asing bagi awam, namun tidak bagi kalangan pecinta dan kolektor akik. Sebab jika tetinggal informasi sedikit saja tentang perkembangan batu akik, apalagi para kolektor, bisa berakibat pada kerugian besar.
Dari sekian banyak akik nusantara, satu yang kharismanya tidak pernah pudar bahkan kian familier, yakni jenis pictorial agate (batu bergambar). Kekayaan alam nusantara dan daya imajinasi perajin akik, turut memperkaya keberagaman yang bisa dimunculkan dari sebongkah batu alam yang sebelumnya tak terkuak rahasianya.
Meski gambar atau lukisan yang ada pada batu sudah terbentuk secara alami, namun tangan manusialah yang menjadikannya hadir tidak sebatas imajinasi. Tidak sebatas gambar pemandangan, pictorial agate juga banyak memunculkan perupaan kepala hewan, kadang juga gambar hewan secara utuh.
Tak melulu bergambar binatang buas seperti harimau, macan, ular, maupun singa. Yang bergambar hewan piaraan layaknya kucing, ayam, sapi, kambing, dan lainnya juga tak kurang. Batu bergambar binatang air seperti ikan, siput, bintang laut, kuda laut, bahkan gurita juga sering ditemukan.
Ada juga bergambar sosok tokoh legendaris, tokoh dalam mitologi suku bangsa tertentu seperti gambar naga, sosok Nyi Roro Kidul, maupun sosok tokoh ternama di dunia. Tak jarang, pictorial agate memunculkan gambar bertulis atau tulisan dalam aksara tertentu. Aksara Arab berlafazkan Allah paling banyak dicari dan harganya juga selangit.
Bagi perajin akik yang teliti, banyak jenis akik nusantara yang bisa memunculkan gambar untuk ditawarkan. Tidak hanya dalam bentuk mata cincin, tapi juga sebagai liontin, pun sekadar menjadi koleksi (bukan untuk dikenakan) dengan pengikat yang dibentuk sedemikian rupa.
Pada gambar tertentu yang ditampilkan batu akik dengan ukuran yang pas, bisa dibentuk dan dikenakan sebagai bros baju maupun jilbab. Semua tergantung keinginan dan penggunaan yang tepat sebagai pendukung penampilan.
Sama halnya dengan jenis akik lainnya, jenis pictorial agate juga memiliki variasi harga. Pada batu bergambar tertentu yang dinilai sangat langka, maka harganya juga bisa sepadan dengan mobil maupun rumah mewah.
Tak jarang, batu akik bergambar pemandangan dengan ukuran lumayan besar justru dimanfaatkan sebagai penghias ruangan. Tentu saja terlebih dahulu diberi pigura dari bahan logam yang sesuai dan penempatannya pun tidak bisa sembarangan.
Kebanyakan akik bergambar yang dijadikan penghias ruangan maupun hiasan meja kerja, didominasi gambar pemandangan yang indah. Namun tak jarang, gambar abstrak juga menjadi pilihan kolektor untuk menghiasi ruang kerjanya. Singkat kata, batu bergambar tdak pernah ditinggalkan pecintanya.
Tak seperti jenis akik tertentu yang kini tak diminati lagi, akik bergambar tetap saja punya peminat dari kalangan tertentu. Karena kelangkaan gambarnya, pictorial agate tetap memiliki magnet.











