UMKM Kuliner Parapat Go Digital: Poltekpar Medan Ajarkan Strategi Konten Visual untuk Pikat Wisatawan (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Parapat – Persaingan kuliner di gerbang wisata Danau Toba kini tak lagi sekadar soal rasa, melainkan adu kreativitas di layar smartphone.
Menyadari hal tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digawangi oleh Arnedi, Reza Aulia, dan Naomi Christina Nainggolan menggelar pelatihan intensif digital marketing bagi pelaku UMKM kuliner di Parapat.
Kegiatan ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha lokal yang selama ini masih mengandalkan pemasaran konvensional. Di tengah perubahan perilaku konsumen yang kini mencari referensi makanan melalui media sosial sebelum berkunjung, penguasaan teknologi digital menjadi syarat mutlak untuk bertahan.
Fokus utama pelatihan ini adalah membedah cara kerja konten visual yang persuasif. Para peserta diajak mempraktikkan langsung teknik pengambilan foto produk yang menggugah selera hingga menyusun pesan promosi yang mampu menyentuh sisi emosional calon pembeli.
"Konten visual yang menarik adalah pintu masuk pertama bagi konsumen. Kami ingin produk kuliner Parapat tampil profesional, informatif, dan konsisten di media sosial," ungkap tim pelaksana PKM, Rabu (29/4/2026).
Berbeda dengan sosialisasi biasa, kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi:
Identifikasi Kondisi: Memetakan kendala unik yang dihadapi UMKM di Parapat.
Workshop Konten: Praktik teknik fotografi produk dan manajemen media sosial.
Monitoring & Evaluasi: Memastikan aktivitas pemasaran digital berjalan berkelanjutan dan efektif.
Hasil dari program ini menunjukkan perubahan signifikan. Para pelaku UMKM kini mulai aktif memproduksi konten promosi yang jauh lebih menarik dibandingkan sebelumnya.
Hal ini berbanding lurus dengan meningkatnya interaksi konsumen di platform digital, yang menjadi indikator kuat naiknya minat beli terhadap kuliner khas Parapat.
Dengan penguasaan digital marketing yang lebih mumpuni, UMKM kuliner di Parapat diharapkan tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi mampu menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara melalui kekuatan branding digital yang berkelanjutan.
Oleh: Arnedi, Reza Aulia, dan Naomi Christina Nainggolan (Poltekpar Medan)
(JW/RZD)