Kelalaian Kontraktor Proyek di Sergai Telan Korban, Pengendara Motor Hantam Truk Terguling yang Dibiarkan Tanpa Pengaman

Kelalaian Kontraktor Proyek di Sergai Telan Korban, Pengendara Motor Hantam Truk Terguling yang Dibiarkan Tanpa Pengaman
Kelalaian Kontraktor Proyek di Sergai Telan Korban, Pengendara Motor Hantam Truk Terguling yang Dibiarkan Tanpa Pengaman (Analisadaily/Ist)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai — Kelalaian pihak kontraktor proyek peningkatan ruas jalan Sei Rampah–Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), berbuah petaka.

Sebuah dump truck pengangkut material aspal yang tergelincir dan nyaris menutup badan jalan dibiarkan begitu saja tanpa rambu pengaman hingga memicu kecelakaan maut yang membuat seorang pengendara motor mengalami luka berat, Senin (24/8/2026) dini hari.

Kecelakaan nahas ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di Dusun III, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin. Korban diketahui bernama Baharuddin alias Udin (28), warga Dusun XI Desa Pekan Tanjung Beringin, yang mengendarai sepeda motor Honda CBR 150 dengan nomor polisi BK 1217 OW.

Berdasarkan keterangan warga setempat, truk bermuatan aspal tersebut sebenarnya sudah tergelincir ke parit sejak hari Minggu (23/8) sekitar pukul 13.00 WIB saat hendak memutar arah menuju Sei Rampah. Posisi kendaraan yang melintang membuat bagian kepala dan badan truk hampir menutup separuh jalur utama penghubung Seirampah-Tanjung Beringin.

Ironisnya, meski insiden terjadi siang hari, tidak ada satupun upaya evakuasi cepat maupun pemasangan tanda atau rambu pengaman darurat dari pihak proyek di lokasi kejadian hingga malam menjelang.

Kondisi jalan yang gelap gulita membuat korban yang melintas tidak sempat menghindar dan langsung menghantam bagian kepala dump truck tersebut.

Akibat benturan keras, Baharuddin menderita luka berat di bagian kepala, tangan, serta patah atau cedera serius pada kaki kanannya.

Korban sempat dilarikan warga dan keluarga ke RSUD Sultan Sulaiman sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bina Kasih, Kota Medan, untuk mendapatkan penanganan intensif.

Muhammad Efendi, abang kandung korban, mengecam keras sikap pihak kontraktor yang dinilai abai terhadap keselamatan pengguna jalan. Ia mengungkapkan bahwa plang peringatan, kursi kayu, hingga bendera penanda di sekitar bangkai truk baru dipasang oleh pihak proyek setelah kecelakaan terjadi.

"Setelah kejadian baru dipasang plang dan kursi kayu untuk menghadang jalan. Bahkan bendera yang ditancapkan di bagian kepala mobil juga baru dipasang tadi pagi," ujar Efendi geram kepada wartawan, Senin (24/8).

Pihak keluarga mengaku telah berupaya menghubungi Humas kontraktor dari CV Seleksi Alam Nusantara, yakni Amin Sembiring, untuk meminta itikad baik dan pertanggungjawaban. Namun, respon yang didapat justru mengecewakan.

Saat dikonfirmasi lewat pesan suara WhatsApp, Amin Sembiring seolah lempar handuk dan menyatakan bahwa dirinya hanya seorang humas bukan pekerja lapangan.

“Bang, saya kan Humas, bukan pekerja. Saya baru mengetahui kejadian ini pada malam tadi. Kalau mau konfirmasi itu sama pekerjanya, Bang,” kilahnya.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai bentuk tanggung jawab perusahaan atas luka berat yang diderita korban, Amin hanya membaca pesan tanpa memberikan jawaban lanjutan.

Polisi Turun Tangan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Serdang Bedagai, Ipda Nauli Siregar, bersama jajaran langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi melakukan evakuasi terhadap bangkai truk.

“Kami sedang menunggu proses evakuasi kendaraan pengangkut dari pihak kontraktor. Untuk identitas kendaraan maupun pengemudi truk ini masih dalam proses identifikasi,” tegas Ipda Nauli.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Seleksi Alam Nusantara selaku perusahaan pelaksana proyek peningkatan ruas jalan tersebut masih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kecelakaan maupun bentuk pertanggungjawaban terhadap korban yang kini tengah berjuang melawan rasa sakit di rumah sakit.

(BAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi