Aneka Rasa dan Aroma Teh

TIDAK orang yang menyukai teh. Apa­lagi orang yang tinggal di seputar da­erah dimana teh berasal. Teh adalah teman terbaik ketika petang menjelang. Teh yang baik harus diramu mengikuti rumus tertentu seperti rasanya yang manis, kental dan panas atau dingin.

Maka orang pun menjadi sa­ngat familiar dengan aroma wa­ngi teh yang dicampur dengan bunga melati. Selain itu, ma­syarakat yang tinggal dan tumbuh di da­erah yang relatif dekat dengan perkebunan teh, memang biasanya lebih menggilai minum teh dan yang lain.

Selain rasa teh itu memiliki khas tersendiri dan begitujuga aromanya, kebun teh juga memiliki daya tarik tersendiri. Kebun teh saja dipandang cantik dan me­nawan dengan kesan masih asri degan udara yang sangat sejuk dan tentunya wa­ngi daun teh dari perkebunan.

Jadi tidak heran, kalau kebun teh selalu menjadi obyek wisata. Di perkebunan teh ten­tu saja orang tak menyia-nyiakan ke­sempatan untuk menikmati tegukan teh sambil memanjakan mata melihat indah­nya kebun teh.

Sungguh suatu perasaan yang sangat sejuk dan damai menikamati teh sambil menikmati pemandangan kebunnya.

Sama halnya di Asia, bila melancong ke Eropa, akan mendapati aneka macam teh. Teh memang sekarang memiliki aneka macam aroma dan rasa. Jadi, rasa teh tidak hanya satu macam saja. Di Eropa se­gala macam herbs yang dihangatkan dan diambil airnya untuk diminum, dise­but teh juga. Bahkan gula yang dicampur dengan jahe pun disebut Gingger Tea (Teh Jahe).

Camomile Tea. Kalau suka mencoba aneka rasa teh di Eropa akan terasa unik-unik. Banyak orang teh yang pertama akrab di lidah mereka adalah Camomile Tea. Teh ini memang termasuk salah satu favorit bagi banyak orang.

Pada dasarnya teh ini adalah bunga Camomile yang dikeringkan lalu diseduh dengan air panas. Maka jadilah Camomile tea yang wangi dan lezat. Orang Eropa juga percaya bahwa Camo­mile tea bagus untuk perut kembung dan susah tidur. Meminum Camomile tea sebelum tidur konon katanya akan membuat tidur seseorang menjadi nyenyak.

Favorit

Selain itu ada pula teh yang bisa juga menjadi favorit yaituRussian earl grey atau biasa di­sebut juga Lady grey tea. Teh ini terdiri dari teh hitam dicampur bergamot, kulit lemon dan mahkota cornflower warna biru. Bergamot adalah sejenis jeruk nipis yang biasa tumbuh di Eropa. Tak jarang orang langsung jatuh cinta pada seduhan pertama Russian earl grey ini.

Teh Maroko. Teh ketiga yang bisa juga membuat orang jatuh cinta adalah mint tea asal Maroko. Bermula dari liburan ke Maroko di penghujung, banyak wisat awan membuat lidah lidah jatuh cinta pada teh Maroko dan tak lupa membeli teh ini un­tuk dibawa pulang menjadi buah tangan.

Banyak yang menjadi penikmat pemula langsung bertanya cara menyeduh teh Ma­roko ini. Jadi pada dasarnya teh ini terdiri dari buliran teh hitam khas Maroko d­i­campur dengan remasan daun mint segar lalu disedu de­ngan air panas.

Tak sampai disitu saja, teh lalu di­panaskan lagi diatas api sampai air benar-benar mendidih lalu masukan gula se­c­­u­kupnya ke dalam poci. Jangan meng­gu­nakan sendok untuk meng­aduk teh di da­lam poci melainkain “tuang ke gelas, ma­sukan lagi ke poci lalu tuang ke gelas lagi” begitu terus menerus sampai gula dirasa sudah tercampur merata dengan teh.

Lalu sajikan dengan gaya tuang poci khas Maroko yang harus tinggi dari atas gelas

Selain teh yang disukai ini, ada juga be­berapa teh yang kurang berkenan di lidah sebagian orang. Tetapi sebenarnya teh inipun sangat menarik dan sangat di­gilai banyak orang. Jelas­nya, bukan teh­nya yang tidak enak tetapi lidah se­se­oranglah yang kurang sesuai.

Di antaranya adalah British earl grey dan Rose tea. British earl grey pada da­sar­nya semacam teh hitam biasa yang ra­sa­nya tidak ada apa-apanya dibanding teh khas bumi Asia yang wangi dan mantab!

Lalu rose tea adalah teh dari seduhan bunga mawar kering yang bagi sebagian orang rasanya seperti minum air bunga biasa.

Demikian saja dulu dan petualangan lidah mencicipi teh masih dapat dilanjut­kan. (kuwc/ar)

()

Baca Juga

Rekomendasi